"Mungkin besok sudah ada hasil lie detector dari Mabes Polri, nanti kita akan segera mengetahuinya," kata Kapolres Depok, Kombes Mulyadi Kaharni, saat dihubungi detikcom, Selasa (27/12/2011).
Mulyadi mengatakan pihaknya berkeyakinan adanya indikasi rekayasa dalam laporan yang dibuat EK pada beberapa pekan lalu. Namun kepolisian tetap menggunakan lie detector untuk meyakinkan adanya indikasi rekayasa yang dilakukan EK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mulyadi mengungkapkan dari hasil olah TKP, pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan di lokasi. Salah satu kejanggalan yakni pernyataan EK yang menyatakan bahwa pelaku masuk lewat jendela yang terletak di belakang rumahnya.
"Hari pertama, dia katakan pelaku naik lewat jendela. Besoknya, sepertinya keluar dari pintu belakang. Kemudian dari obeng juga ada bekas sidik jarinya," katanya.
Hasil Psikologi
Sementara itu, EK juga telah menjalani pemeriksaan psikologi di Polda Metro Jaya. Dalam pemeriksaan tersebut, kejiwaan EK tidak menunjukkan adanya gejala traumatik.
"Hasilnya itu ada empat, salah satunya yaitu tidak mempunyai rasa traumatik terhadap apa yang dia alami," ujar Mulyadi.
Selain itu, ibu beranak 2 orang itu memiliki IQ di atas rata-rata. "Orangnya teliti dan rapi serta dia ingin ada yang memperhatikan," kata Mulyadi menyebutkan hasil tes psikologi.
Sementara itu, Kepala Bagian Psikologi Polda Metro Jaya, AKBP Arif Nurcahyo mengatakan hasi tes psikologi Ny EK tidak menunjukkan adanya gangguan. Hanya saja, Nurcahyo enggan membeberkan lebih detail mengenai pemeriksaan psikologi EK itu.
"Nggak ada masalah, nggak ada gangguan. Itu sebaiknya ditanyakan ke Polres Depok saja ya, saya sudah serahkan hasilnya ke sana (Polres Depok) sudah lama," ujar Nurcahyo.
Sebelumnya EK yang merupakan istri TS, melaporkan perampokan dan pemerkosaan terhadap dirinya. Perampokan dan pemerkosaan terjadi pada Minggu (11/12), pukul 03.00 WIB. Saat peristiwa itu terjadi, EK hanya sendirian di rumah.
Suaminya, TS, sedang dinas di luar. Sedangkan kedua anaknya tidak tinggal serumah dengan EK dan TS. Pelaku perampokan dan pemerkosaan diduga 1 orang. Saat EK sedang tidur, pelaku menyusup ke dalam rumah dan membekapnya. HP milik EK pun hilang. Menurut olah TKP yang dilakukan polisi, EK tidak diperkosa melainkan mengalami pelecehan seksual. Hingga kini polisi masih mendalami kasus tersebut.
(mei/gah)










































