"Saya melihat keinginan SBY untuk menciptakan regenerasi politik dan pentingnya membangun kepemimpinan yang demokratis," kata analis Charta Politika Indonesia Arya Fernandes kepada detikcom, Senin (26/12/2011).
Menurut Arya, meskipun tersedia kesempatan bagi Ani Yudhoyono untuk bertarung di 2014 mendatang, tapi tidak mudah menciptakan momentum politik bagi Ani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arya menambahkan, pertimbangan lainnya adalah tidak adanya korelasi positif antara tingkat kesukaan publik terhadap SBY dengan tingkat kesukaan publik terhadap Ani.
"Belum tentu pemilih yang suka (tertarik) dengan SBY pada 2009 lalu, pada saat yang sama juga suka dan akan memberikan pilihan politiknya pada Ani.
Namun Arya mengingatkan tak ada yang mustahil dalam dunia politik. "Bila momentum dan kesempatan ada dan figur Ani semakin menguat, bisa saja SBY dan elit-elit Demokrat akan berubah pikiran," tutup Arya.
Sebelumnya diberitakan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali menegaskan bahwa istrinya Ani Yudhoyono tidak akan maju sebagai Capres 2014. SBY pun memberi jaminan, Partai Demokrat (PD) juga tidak akan mengusung Ani.
"100 Persen tidak ada niat dan rencana untuk itu," kata SBY dalam pidato 'Sarasehan Partai Demokrat' di PRJ Kemayoran, Jakpus, Kamis (15/12).
(mpr/mei)











































