Massa Forgat menyerang dari berbagai sisi pos polantas yang sudah ditinggal para penghuninya, dengan menggunakan batu dan balok kayu. Selain memecahkan kaca-kaca bangunan pos polantas tersebut, massa juga merusak kipas mesin AC dan pintu pos.
Setelah merusak pos polantas tersebut, massa Forgat kemudian melanjutkan aksi longmarch-nya melintasi sepanjang jalan AP Pettarani dan kemudian membubarkan massanya di depan kampus UIN Alauddin, jalan Sultan Alauddin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koordinator aksi Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Wahida, yang sebelumnya lembaganya ikut bergabung dengan Forgat, memilih menarik diri massanya dari aksi perusakan yang dilakukan massa Forgat dan tidak mau ikut bertanggung jawab atas aksi perusakan fasilitas publik tersebut. "Dalam rapat kemarin, tidak ada setting perusakan pos polisi dan lampu merah, kita akan menggelar aksi sendiri saja besok," pungkas Wahida.
(mna/mpr)











































