Akibatnya beberapa titik di pusat Kota Yogyakarta terjadi kemacetan arus lalu lintas. Arus lalu lintas di kawasan Malioboro, Pasar Beringharjo hingga titik nol kilometer atau simpang empat Kantor Pos Besar Yogyakarta lebih padat dibandingkan dengan hari biasa.
Berdasarkan pantauan detikcom, Senin (26/12/2011) di kawasan Malioboro hingga depan Pasar Beringaharjo di Jl Ahmad Yani kendaraan pribadi dengan nopol luar Yogya lebih banyak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tempat parkir BI Jl Senopati sebagian besar wisatawan adalah para pelajar sekolah baik TK, SD dan SMP yang ingin mengunjungi Taman Pintar. Setelah dari Taman Pintar biasanya melanjutkan belanja berbagai suvenir dan oleh-oleh di Pasar Beringharjo, Malioboro ataupun di Rotowijayan.
"Hari ini adalah hari terakhir kami di Yogya. Kami berkunjung di Taman Pintar, kraton, museum kereta dan Malioboro, setelah itu pulang. Kemarin sudah ke Prambanan, Parangtritis dan Kasongan," kata Surahman, seorang guru pendamping siswa SMA di Purwakarta, Jawa Barat kepada detikcom, Senin (26/12/2011).
Menurut dia, kunjungan di Taman Pintar membuat siswa terkesan. Sebab di tempat itu siswa bisa belajar berbagai hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
"Kami di Taman Pintar lebih dari 3 jam dan banyak hal yang kami dapat. Ini tidak kami temui di tempat lain," katanya
Sementara itu Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Windarto Kuswandono di sela-sela kegiatan pemantauan arus lalu lintas di kawasan Malioboro mengatakan kebanyakan bis wisata dan kendaraan pribadi dari luar kota ingin masuk Malioboro sehingga perlu sistem buka tutup untuk mengatasi kemacetan.
Selain dari arah utara, titik rawan kemacetan ada di sekitar Jl Ahmad Dahlan, kawasan Alun Alun Utara karena bersamaan dengan Pasar Malam Sekaten, dan sepanjang Jl Senopati hingga titik nol kilometer.
(bgs/anw)











































