Natal, Hendaknya Umat Manusia Saling Damai

Laporan dari Stockholm

Natal, Hendaknya Umat Manusia Saling Damai

- detikNews
Minggu, 25 Des 2011 18:23 WIB
Natal, Hendaknya Umat Manusia Saling Damai
Jakarta - Perayaan Natal warga Indonesia di Stockholm diwarnai khotbah dengan pesan-pesan keimanan dan mengajak pada perdamaian umat manusia di muka bumi.

Khotbah disampaikan oleh Romo Ari Pramono MSF, seorang pastur Indonesia yang berdomisili di Munich, Jerman. Sesuai dengan ketetapan PGI-KWI, Romo Pramono menyampaikan tema "Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat Terang yang besar.

Menurut Romo, dari tiga agama besar di muka bumi yaitu Yahudi, Kristen dan Islam, terdapat tiga cara pewahyuan agar bisa sampai kepada umat manusia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau dalam Yahudi, pewahyuan Allah diturunkan dan disebarkan melalui para Nabi. Dalam Islam, pewahyuan diturunkan langsung kepada Nabi Muhammad SAW. Sedangkan dalam Kristen pewahyuan terjelma dalam wujud manusia dalam pribadi Yesus Kristus," terang Romo.

Lanjut Romo, keberadaan Yesus adalah dalam konteks relasi Tuhan dengan manusia untuk menebus dosa-dosa manusia.

"Kedatangan-Nya di bumi membawa misi perdamaian bagi umat dan menjalankan tugas penyelamatan umat manusia dari dosa," demikian Romo, seperti disampaikan Fungsi Pensosbud KBRI Stockholm Erlinda Sutendri kepada detikcom (25/12/2011).

Perayaan Natal warga Indonesia itu berlangsung Nya Kista Trff, Kista Centrum, Stockholm (10/12/2011), diikuti sekitar 150 orang dari masyarakat berbagai kalangan, mahasiswa dan warga setempat sebagai Sahabat Indonesia. Khusus sesi ibadah misa Natal diikuti oleh 50 orang jemaat.

Kuasa Usaha Ad-interim (KUAI) Endang Wirawan menyampaikan terimakasih kepada semua warga Indonesia di wilayah akreditasinya atas dukungan dan kerjasama dalam setiap kegiatan KBRI, khususnya perayaan keagamaan dan mengharapkan agar terus ditingkatkan pada masa akan datang.

"KBRI adalah rumah Indonesia, rumah bagi semua warga Indonesia apa pun latar belakang suku, agama dan asal daerah, bahkan KBRI merupakan rumah bagi para Sahabat Indonesia," tegas KUAI.

Ditambahkan, bahwa sudah menjadi salah satu tugas KBRI yang menjunjung tinggi keberagaman Indonesia untuk memfasilitasi berbagai kegiatan masyarakat secara adil dan maksimal.

Perayaan Natal yang juga dihadiri oleh warga non-Kristiani itu menunjukkan toleransi tinggi dan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat Indonesia, serta rasa kuat persatuan untuk saling menghormati antara satu dengan lainnya.

Perayaan dilanjutkan dengan acara ramah tamah dan makan siang bersama, diikuti dengan penampilan Lucia Tag, Musik dan Lagu oleh para pelajar, mahasiswa, dan staf KBRI, kemudian diakhiri dengan pembagian hadiah Natal untuk anak-anak.
(es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads