"Informasi korban tewas yang saat ini kita terima berjumlah 3 orang. Disebutkan satu di antaranya Ansyari. Namun setelah kita cek, dia selamat dan saat ini berada di Mapolres Bima dalam kondisi luka," kata Wakil Sekjen IMM, Supriyadi Jay, kepada detikcom, Minggu (25/12/2011).
Bagaimana kondisi luka Ansyari, Supriyadi belum bisa menjelaskan secara pasti. Sebab, Ansyari cuma diperlihatkan yang bersangkutan berada di dalam ruangan berdinding kaca di Mapolres Bima.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini, di Kantor PP Muhammadiyah, IMM beserta organisasi kemahasiswaan seperti KMHDI, PMII, LMND, HMI MPO Menggelar jumpa pers mengutuk bentrokan yang terjadi di BIMA, NTB kemarin. Di dalam keterangan pers tersebut, mereka mendesak agar Kapolda NTB dicopot.
"Kami mengutuk tindakan keras aparat keamanan yang represif terhadap warga. Ini salah satu bentuk negara memeberi perlindungan terhadap pemodal asing, memebri lahan kepada pemodal asing untuk membangun negara," cetus Supriyadi.
"Kita juga mendesak Polri untuk mencopot Kapolda, dan Gubernur NTB harus bertanggung jawab," imbuhnya.
Walhi Bima sebelumnya menyebut 3 orang tewas dalam insiden berdarah itu. Korban tewas bernama Arif Rahman (19), Saiful (17) dan 1 orang laki-laki yang belum terindentifikasi. Sebelumnya juga menurut Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, ada dua orang tewas dalam peristiwa ini.
(anw/lh)











































