Polisi Juga Manusia, Bisa Panik Hadapi Massa

Polisi Juga Manusia, Bisa Panik Hadapi Massa

- detikNews
Minggu, 25 Des 2011 09:31 WIB
Jakarta - Perilaku represif polisi menjadi sorotan dalam beberapa kasus yang terjadi baru-baru ini. Namun, yang perlu diingat mereka juga manusia biasa yang bisa merasa takut dan panik.

"Di lapangan, mereka juga bisa takut bahkan panik. Sehingga, perilaku menjadi sebatas fight atau flight. Tujuannya, sama seperti kita, sekadar menyelamatkan diri," kata pakar psikologi forensik Binus, Reza Indragiri Amriel, dalam emailnya kepada detikcom, Minggu (25/12/2011).

Keletihan sekaligus ledakan kondisi psikologis menjadi faktor yang bisa memicu tindak represif seorang personel polisi. Sehingga, alih-alih menjadi pemecah masalah, terkadang polisi justru menjadi sumber masalah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beban menjadi tulang punggung keluarga dan sorotan publik juga menjadi tekanan tersendiri bagi mereka. Fakta ini ditambah dengan kenyataan bahwa pihak kepolisian kurang memikirkan kesejahteraan para personelnya.

"Mereka adalah bagian dari organisasi yang kurang memberikan perhatian kepada anggota-anggotanya," lanjut Reza.

Pendidikan dan pelatihan secara kontinu perlu dikedepankan dalam rangka pembinaan karakter para personel polisi.

"SDM dan Lembaga Pendidikan adalah unit yang paling mendasar bertugas membenahi itu semua," tutupnya.

(rdf/rdf)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads