"Di lapangan, mereka juga bisa takut bahkan panik. Sehingga, perilaku menjadi sebatas fight atau flight. Tujuannya, sama seperti kita, sekadar menyelamatkan diri," kata pakar psikologi forensik Binus, Reza Indragiri Amriel, dalam emailnya kepada detikcom, Minggu (25/12/2011).
Keletihan sekaligus ledakan kondisi psikologis menjadi faktor yang bisa memicu tindak represif seorang personel polisi. Sehingga, alih-alih menjadi pemecah masalah, terkadang polisi justru menjadi sumber masalah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka adalah bagian dari organisasi yang kurang memberikan perhatian kepada anggota-anggotanya," lanjut Reza.
Pendidikan dan pelatihan secara kontinu perlu dikedepankan dalam rangka pembinaan karakter para personel polisi.
"SDM dan Lembaga Pendidikan adalah unit yang paling mendasar bertugas membenahi itu semua," tutupnya.
(rdf/rdf)











































