Pansel KPU Diminta Belajar dari 'Kegagalan' Pansel KPK

Pansel KPU Diminta Belajar dari 'Kegagalan' Pansel KPK

- detikNews
Minggu, 25 Des 2011 07:15 WIB
Pansel KPU Diminta Belajar dari Kegagalan Pansel KPK
Jakarta - Keberadaan Panitia Seleksi (Pansel) Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dinilai mubazir. Kerja Pansel KPU dinilai sia-sia jika pada akhirnya keputusan tentang calon ketua dan anggota KPU tetap ada di tangan DPR. Sosok ideal calon anggota KPU tanpa masalah pun dinilai tinggal impian.

"Keberadaan Pansel itu mubazir. Mending mereka mengundurkan diri. Mereka itu kan orang-orang pintar semua, tapi malah mentok di DPR," kata pengamat politik UI, Iberamsjah, saat dihubungi detikcom, Minggu (25/12/2011).

"DPR sendiri tidak pernah diseleksi untuk menjadi anggota, kenapa mereka malah menyeleksi orang lain," lanjutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, jika hanya bertugas untuk mencari orang-orang yang akan diseleksi oleh DPR, maka tidak perlu dibentuk sebuah tim yang khusus. Apalagi jika tim khusus ini sampai beranggotakan seorang menteri.

Iberamsjah meminta panitia seleksi belajar dari kasus pemilihan pimpinan KPK yang akhirnya memenangkan Abraham Samad. Saat itu, Pansel kecewa karena DPR tidak memilih calon berdasarkan peringkat yang mereka ajukan.

"Sia-sia kerja mereka itu kalau pada akhirnya orang-orang yang mereka seleksi dan ajukan dipilih oleh DPR," tutupnya.

Panitia seleksi ini dikomandani Mendagri Gamawan Fauzi. Menkum HAM Amir Syamsuddin duduk sebagai wakil ketua sedangkan Dirjen Kesbangpol Kemendagri, Tanribali Lamo, menjadi sekretaris Pansel.

Pansel bertugas menyeleksi, melakukan serangkaian tes, dan memilih calon pimpinan KPU dan Bawaslu untuk persiapan Pemilu 2014. Pansel akan menyampaikan 14 nama calon anggota KPU dan 10 nama calon anggota Bawaslu kepada Presiden. Selanjutnya presiden akan menyerahkan nama-nama itu ke DPR untuk dipilih.

(rdf/rdf)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads