"Keberadaan Pansel itu mubazir. Mending mereka mengundurkan diri. Mereka itu kan orang-orang pintar semua, tapi malah mentok di DPR," kata pengamat politik UI, Iberamsjah, saat dihubungi detikcom, Minggu (25/12/2011).
"DPR sendiri tidak pernah diseleksi untuk menjadi anggota, kenapa mereka malah menyeleksi orang lain," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iberamsjah meminta panitia seleksi belajar dari kasus pemilihan pimpinan KPK yang akhirnya memenangkan Abraham Samad. Saat itu, Pansel kecewa karena DPR tidak memilih calon berdasarkan peringkat yang mereka ajukan.
"Sia-sia kerja mereka itu kalau pada akhirnya orang-orang yang mereka seleksi dan ajukan dipilih oleh DPR," tutupnya.
Panitia seleksi ini dikomandani Mendagri Gamawan Fauzi. Menkum HAM Amir Syamsuddin duduk sebagai wakil ketua sedangkan Dirjen Kesbangpol Kemendagri, Tanribali Lamo, menjadi sekretaris Pansel.
Pansel bertugas menyeleksi, melakukan serangkaian tes, dan memilih calon pimpinan KPU dan Bawaslu untuk persiapan Pemilu 2014. Pansel akan menyampaikan 14 nama calon anggota KPU dan 10 nama calon anggota Bawaslu kepada Presiden. Selanjutnya presiden akan menyerahkan nama-nama itu ke DPR untuk dipilih.
(rdf/rdf)











































