"Saya kira ini langkah politik yang bagus bagi PKS memberi kesempatan kader PKS bersaing. Ini beda dengan PAN dan Golkar yang menutup persaingan di tingkat kader. Sistem kepartaian yang bagus ini harus selalu terbuka. Setiap kader bisa bersaing," ujar pengamat politik Charta Politika Arya Fernandes kepada detikcom, Sabtu (24/12/2011).
Menurut Arya, PKS tidak bertumpu pada kekuatan figur. PKS juga cukup berhasil membangun infrastruktur partai. Siapa pun yang akan maju sebagai Capres, tidak masalah bagi Kader PKS. Hanya saja PKS perlu meningkatkan perolehan suaranya dalam pemilu Legislatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arya juga menilai PKS cukup realistis jika ternyata perolehan suara maupun elektabilitas Capres internal tidak mendapat dukungan luas masyarakat. PKS kembali akan berstrategi ikut mendukung Capres yang dinilai paling populer. Cara inilah yang dilakukan mereka pada Pemilu 2004 dan 2009.
"Mereka masih bisa mengincar posisi RI2 (Wapres)," terangnya.
Beberapa nama telah digodok oleh Pansel PKS ini. Diantaranya Ahmad Heryawan dari Jawa Barat, juga Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nurwahid serta Presiden PKS saat ini, Luthfi Hasan.
(rdf/rdf)










































