"A adalah mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta Timur, dia pacarnya JB yang merupakan pelaku pemerkosaan," kata Kapolresta Depok, Kombes Pol Mulyadi Kaharni, saat ditemui wartawan di Mapolresta Depok, Sabtu (24/12/2011).
Perempuan tersebut diketahui duduk di samping sopir angkot M-26 pada saat perampokan dan pemerkosaan terhadap Ros berlangsung. Sedangkan tempat kejadian pemerkosaan terjadi di bagian belakang angkot.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"DR, JB, dan MS, sudah beberapa kali melakukan penodongan di Jl Pramuka, Jl Perum Harapan Indah Bekasi, di Tebet dan di Buaran. Modusnya dengan menggunakan angkot dan sepeda motor," tutur Mulyadi.
Modus yang mereka lakukan terbilang cukup rapi. Sebelum melaksanakan aksinya, mereka melakukan survei lokasi menggunakan angkot M-26 yang berbeda dengan yang dijadikan barang bukti kasus perampokan dan pemerkosaan Ros.
"Mereka menggunakan 2 angkot, 1 angkot yang dipakai pada kasus Ros, dan 1 angkot lagi, M-26 juga dengan nomor polisi B 2002 VT. Dengan angkot ini mereka survei keliling," jelasnya.
Saat ini Polresta Depok sudah mengirim surat yang berisi data-data kejahatan sindikat tersebut kepada Polres di berbagai daerah di sekitar Jakarta. Hal ini dilakukan guna penyelidikan lebih lanjut.
(rdf/rdf)











































