Duh! 2 Bocah Tewas Tenggelam di Samarinda

Duh! 2 Bocah Tewas Tenggelam di Samarinda

- detikNews
Sabtu, 24 Des 2011 17:20 WIB
Samarinda - Saat asyik bermain, Reza Sahputra (6) dan Ema (6) tiba-tiba tenggelam di kolom bekas galian tambang batu bara sedalam 30 meter di Samarinda, Kalimantan Timur. Jasad Reza belum ditemukan.

Kedua bocah itu tewas di kolam bekas galian tambang batu bara PT PPM, yang lokasinya tepatnya di Kelurahan Sambutan, Kecamatan Sambutan, Samarinda, Kalimantan Timur.

Lokasi bekas galian tambang batu bara itu berada tidak jauh dari Perumahan Sambutan Asri Permai dan tidak memiliki pagar pembatas dengan pemukiman warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikcom, Reza dan Ema diperkirakan terjadi sekitar pukul 13.00 WITA.

"Dia awalnya sedang bermain di sekitar kolam. Lokasi kolam itu jaraknya tidak jauh dari lokasi perumahan, sekitar 50 meter," kata Syamsul, warga di sekitar lokasi kejadian kepada detikcom, Sabtu (24/12/2011).

Tim SAR Samarinda berhasil menemukan dan mengevakuasi Ema dari kolam bekas tambang tersebut. Sedangkan Reza, masih dalam pencarian.

"Kedalaman kolam itu 20 sampai 30 meter. Yang anak laki-laki (Reza) masih dicari," ujar Syamsul.

Dikonfirmasi terpisah, Kasubbag Humas Polresta Samarinda AKP Andi Razak membenarkan kejadian itu. Menurut Andi Razak, kedua bocah tenggelam di lokasi bekas galian tambang batu bara PT PPM, salah satu pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP).

Menurut Andi, kedua korban tercatat sebagai warga Jl Pelita 7 Blok H RT 30, Kelurahan Sambutan, Kecamatan Sambutan, tidak jauh dari lokasi bekas galian tambang batu bara.

"Tempat kejadian perkara di bekas galian tambang PT PPM. Ema sudah ditemukan dan sekarang di rumah duka. Jenazah Ema sudah dilakukan visum oleh dokter," kata Andi Razak.

Sedangkan aktivis pemerhati tambang batu bara di Samarinda dari Jaringan Tambang (Jatam) Kaltim, Kahar Al Bahri mencatat, insiden tenggelamnya anak-anak di kolam bekas galian tambang di Samarinda kali ini merupakan kejadian kesekian kalinya tanpa sanksi yang tegas dari Pemkot Samarinda maupun kepolisian.

"Ini preseden buruk karena sudah terjadi berulang kali. Bagaimana bisa perusahaan tambang membiarkan lobang menganga," kata Kahar.

Kahar juga menyorot lokasi kolam bekas galian tambang, yang hanya berjarak sekitar 50 meter dari pemukiman warga. Parahnya lagi, lokasi kolam tanpa dibatasi oleh pagar pembatas.

"Lokasi tambang itu harus ditutup oleh Pemkot karena sudah menelan korban. Masalah tidak cukup sampai kepada pemberian santunan kepada keluarga korban," ujar Kahar.

(aan/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads