Mahasiswa yang mengatasnamakan diri dari Gerakan Masyarakat Anti Tambang (Granat) itu menggelar demo di depan Monumen Mandala, jalan Jenderal Sudirman, Makassar, sabtu (24/12/2011).
Mahasiswa menutup ruas Jalan Sudirman dan membakar beberapa ban bekas. Mereka juga menggelar salat gaib pada demonstran yang tewas di Bima dalam aksi unjuk rasa menentang penambangan yang dilakukan PT Indo Mineral Persada dan PT Sumber Mineral Nusantara, di Sambu dan Sape, Bima.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahasiswa meluapkan emosinya saat melintas di pos polisi. 3 Pos polisi diserang antara lain pos polisi yang terletak di depan rumah jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Sudirman, lalu pos polisi di depan kantor konsulat Jepang di jalan yang sama dan terakhir pos polisi Operasi Lilin Lipu di depan Mall Ratu Indah, jalan Ratulangi.
Beruntung saat mahasiswa menyerang, para polisi yang sebelumnya berjaga di posnya sudah menyelamatkan diri.
Berkat arahan sang koordinator aksi, mahasiswa Bima akhirnya membubarkan diri di depan kampus UIN Alauddin, Jalan Sultan Alauddin, untuk melakukan konsolidasi tentang aksi lanjutan mereka.
(mna/aan)











































