Bentrokan di Bima, Mahasiswa Muhammadiyah Tuntut Kapolda NTB Dicopot

Bentrokan di Bima, Mahasiswa Muhammadiyah Tuntut Kapolda NTB Dicopot

- detikNews
Sabtu, 24 Des 2011 16:48 WIB
Jakarta - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) berpendapat bentrokan berdarah di Bima yang menewaskan 2 orang warga menjadi catatan kelam kepolisian. Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo didesak mencopot Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Menuntut Kapolri untuk memberhentikan secara tidak hormat kapolda, kapolres dan aparat yang terlibat dalam insiden tersebut," kata Sekretaris Jenderal DPP IMM, Rudi Ismawan, dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (24/12/2011).

IMM mengutuk aksi penembakan terhadap kader IMM, Immawan Ashary dan masyarakat Sape. "Mendesak kepada SBY untuk mengusut tuntas kasus penembakan oleh aparat terhadap kader IMM dan masyarakat Sape," ujar Rudi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Rudi, penegak hukum seharusnya lebih bisa menahan diri dan tidak terkesan menjadi tameng atau centeng para pemodal atau perusahaan.

Ia menilai tindakan represif yang dilakukan aparat kepolisian terhadap pengawalan aksi massa terkesan seperti mesin pembunuh sehingga tidak ada lagi penanganan yang bisa dilakukan, kecuali dengan penembakan.

IMM juga meminta agar dicabutnya izin pertambangan yang merusak lingkungan serta diusut indikasi ketelibatan Gubernur NTB dan Bupati Bima terkait pemberiaan izin tambang di daerah tersebut.

Data Mabes Polri menyebut 2 orang tewas dalam bentrokan warga dengan aparat keamanan di Pelabukan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sedangkan data Walhi Bima mengungkapkan 3 orang tewas dalam insiden berdarah itu.

(aan/ndr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads