Anis Matta: KPK Perlu Telusuri Nama-nama Baru di Audit Forensik Century

Anis Matta: KPK Perlu Telusuri Nama-nama Baru di Audit Forensik Century

- detikNews
Jumat, 23 Des 2011 17:52 WIB
Jakarta - Wakil Ketua DPR Anis Matta menilai KPK perlu menelusuri nama-nama baru yang muncul dalam audit forensik kasus Century. Timwas akan mengawasi proses hukum dalam kasus ini.

"Sebenarnya kita tidak bisa melakukan penilaian puas atau tidak puas. Temuan-temuan ini bisa dijadikan bahan untuk KPK. Ada banyak disitu saya kira. Disamping 13 temuan itu, ada 2 informasi yang di bawah itu sudah bisa dipakai oleh KPK. Bisa ditindaklanjuti oleh KPK," tutur Anis Matta.

Hal ini disampaikan Anis usai menerima laporan audit forensik kasus Century di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (23/12/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Temuan yang menonjol, menurut Anis, menyangkut nama-nama baru yang disebut menerima aliran dana Century. "Temuan-temuan baru di dalam laporan ini tidak terlalu signifikan kecuali yang mengarah ke beberapa nama itu,"tuturnya.

Pimpinan DPR selanjutnya akan menyerahkan audit BPK ke Timwas Century. Ada kemungkinan Timwas meminta audit lanjutan BPK.

"Nanti akan diserahkan ke Timwas awal masa sidang ini. Teman-teman di timwas yang akan verifikasi. Dan baru mereka akan menentukan sikap apakah mereka akan meminta audit lanjutan atau tidak,"paparnya.

Anis mengatakan kekhawatiran mengenai adanya fakta-fakta yang dibonsai. Menurutnya apabila masih ada fakta yang masih bisa dikejar maka bisa dilakukan audit lanjutan.

"Kekhawatiran itu ada. Karena itu nanti dari hasil verifikasi terhadap kendala-kendala yang disebutkan BPK itu yang akan menentukan. Apa masih mungkin ada fakta-fakta yang bisa ditemukan, seandainya kita melakukan audit lanjutan,"tandasnya.

Hasil audit forensik Century oleh BPK semakin memperkuat adanya aliran-aliran dana Century yang tak wajar kepada beberapa orang. Selain politisi PDIP Emir Moeis, disebut juga nama Hartanto Edhie Wibowo, yang tak lain adalah adik kandung Ibu Ani Yudhoyono. Tapi, Hartanto membantah hal ini.

Hartanto saat ini menjadi anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat. Dalam dokumen audit forensik BPK dia disebut dengan inisial HEW. Selain nama HEW, juga disebut nama istrinya dengan inisial SKS. Penelusuran wartawan SKS adalah Satya Kumala Sari.

Dalam dokumen audit forensik yang beredar di kalangan wartawan, Jumat (23/12/2011) nama Hartanto disebut dalam temuan ke 12. Hasil audit BPK Menyebut Hartanto dan Satya Kumala Sari menjadi nasabah Bank Century sejak Januari 2007.

Disebutkan dalam dokumen itu, ada penyetoran tunai, melalui aplikasi pengiriman uang atas nama Satya yang dilakukan di Bank Century cabang Pondok Indah ke rekening Hartanto di BCA Cabang Times Square di Cibubur pada 25 Januari 2007 sebesar Rp 452 juta.

Penyetoran dengan metode yang sama juga dilakukan pada 30 Juli 2007 sebesar Rp 368 juta, serta BII Cabang Mangga Dua pada 22 November 2007 sebesar Rp 469 juta.

Namun, dalam dokumen itu dijelaskan pula, bantahan Hartanto dan Satya terkait transaksi itu. Kepada BPK, keduanya mengaku tidak pernah melakukan penukaran valas dan penyetoran pada tanggal-tanggal tersebut melalui siapa pun ke rekening Hartanto di BII dan BCA melalui Bank Century.

Meski demikian, BPK berkesimpulan transaksi Hartanto dan Satya Kumala Sari itu patut diduga tidak wajar. "BPK berkesimpulan, bahwa transaksi transfer dari sdr HEW dan sdri SKS di Bank Century ke rekening sdr HEW di BII dan BCA patut diduga tidak wajar. Karena AFR petugas Bank Century, menyatakan tidak pernah menerima fisik valas dari Sdr SKS dan Sdr HEW untuk ditukarkan ke rupiah. BPK belum menemukan sumber dana valas yang ditukarkan," demikian kesimpulan BPK yang tercantum dokumen itu.

(nal/nal)


Berita Terkait