"Saya butuh uang untuk beli susu anak saya, Pak," kata Titin (25), pelaku yang tidak membawa identitas penduduk dan mengaku warga Kosambi, Tangerang, di Polsek Jatinegara, Jumat (23/12).
"Suami saya kerja di pabrik, saya enggak punya uang buat anak saya yang baru 1,5 bulan," imbuhnya sembari sesegukan.
Titin ditangkap saat beraksi di TransJ Koridor XI. Saat itu dia menyasar seorang penumpang perempuan bernama Rahmi Amelia (20), yang hendak berangkat ke Blok M.
Menurut Amel, sapaan akrab Rahmi Amelia, saat itu dirinya menumpang TransJ dari Halte Cawang UKI. Kondisi di dalam bus gandeng saat itu penuh sesak penumpang. Amel berdiri di area khusus perempuan.
Dalam kondisi berdesakan itu, Amel meletakkan tas punggung di depan badannya untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan. Dia terkejut ketika mendapati resleting tasnya sudah terbuka sebagian.
"Dia (pelaku) yang berdiri di belakang saya bilang kalau tas saya ada yang rogoh, tapi orangnya sudah kabur. Saya disuruh cek tas kalau sudah duduk saja," ujar Amel.
Amel lantas memeriksa tas yang dibawanya. "Saya langsung cek, BlackBerry Javeline dan Gemini saya sudah enggak ada," tutur Amel.
Ketika korban menyadari barang bawaannya hilang, pelaku tiba-tiba saja menyodorkan dua blackberry yang hilang itu. "Mbak, Mbak, ini hp-nya saya selamatkan," kata Amel menirukan ucapan pelaku yang terlihat gugup saat menyerahkan BlackBerry-nya.
Curiga dengan gerak gerik pelaku, Amel langsung berteriak maling. Saat bus tiba di Halte Cawang BNN, pelaku beserta korban dibawa ke Polsek Jatinegara untuk diperiksa
Titin mengaku baru pertama kali melakukan aksinya itu. Di dalam tas yang dibawanya ditemukan sebuah cicin dan silet. Dia menampik bila silet yang dibawanya itu sebagai senjata saat beraksi.
"Sumpah baru sekali, Pak. Saya khilaf enggak kepikiran mau nyopet, saya mau damai saja," katanya sembari menangis sejadi-jadinya.
Menurutnya, dia sudah berusaha untuk mencari pinjaman uang ke seorang kerabatnya di Kampung Rambutan, tapi dia kurang beruntung. "Teman saya enggak punya uang," ujarnya.
Dia juga mengaku berniat menjual cincin anaknya yang dia bawa. "Surat cincin ada, makanya saya mau jual," imbuhnya lagi.
Sementara itu, Amel saat disinggung apakah akan meluluskan permintaan damai pelaku, menyatakan akan menyelesaikannya secara kekeluargaan. "Kalau dia mau damai ya damai saja," katanya.
(ahy/nvt)











































