Meski kebocoran masih di angka lebih dari 40 persen, namun ada penurunan 2,2 persen. Angka ini sebenarnya masih jauh dari ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri no 47 tahun 1999 mengenai batas maksimal kebocoran air bersih untuk PAM yang sebesar 20%.
Demikian disampaikan Direktur Utama PAM Jaya, Maurits Napitupulu, dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Kamis (22/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan air bersih dari Sungai Ciliwung 402.164.063 m3 dan 93.852.000 m3 dari Tangerang. Terkait jumlah pelanggan sampai akhir tahun 2011, jumlah pelanggan air bersih di wilayah DKI mencapai sekitar 804.534 orang. Jumlah tersebut setara dengan 61,54% dari total penduduk Jakarta yang mencapai sekitar 9.624.530 jiwa.
Hingga akhir tahun 2011, total volume air bersih diperkirakan 401.902.715 meter kubik. Dari angka itu, Palyja memproduksi sekitar 153.260.433 m3 dan Aetra 248.642.282 m3. Sedangkan total volume air yang terjual sebanyak 272.784.159 m3, Palyja menjual 140.106.361 m3 dan Aetra menjual 132.677.798 m3.
Tarif air bersih di Jakarta saat ini sekitar Rp 7.800 per meter kubik. PAM Jaya ingin menjamin bahwa masyarakat bisa mendapatkan air bersih dengan tarif terjangkau. Karena itu perubahan berniat melakukan perubahan perjanjian kerja sama (PKS) dengan dua operatornya.
"Dengan PKS yang selama ini berlaku, di tahun 2022 nanti, tarif air bersih di Jakarta bisa mencapai Rp 22 ribu per meter kubik," terang Maurits.
Untuk menjamin ketersedian air di Jakarta, pada 2012 PAM Jaya akan membangun proyek ultrafiltrasi di sejumlah sungai di Jakarta. Sungai yang akan digarap antara lain Cengkareng Drain, Banjir Kanal Barat, Kali Krukut dan Kali Pesanggrahan.
Ultrafiltrasi ini, sambung Maurits, tidak membutuhan dana investasi terlalu besar. Kegiatan ini dilakukan karena potensi sejumlah sungai di Jakarta untuk memasok bahan baku air untuk proses ultrafiltrasi cukup besar.
Tak hanya itu, PAM Jaya juga berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk membangun sistem perpipaan dari curug Jatilihur dan menormalisasi Tarum Barat pada 2015. Dengan proyek itu, kapasitas produksi air bersih ditargetkan meningkat hingga 26 ribu liter/detik dan mencapai 31 ribu liter/detik di tahun 2020. Untuk diketahui, sampai akhir tahun ini kapasitas produksi air bersih sekitar 16 ribu liter/detik.
(vit/nwk)











































