Ratusan Petani Boyolali Aksi Tolak Pengesahan RPP Tembakau

Ratusan Petani Boyolali Aksi Tolak Pengesahan RPP Tembakau

- detikNews
Kamis, 22 Des 2011 13:23 WIB
Boyolali - Ratusan petani tembakau dari lereng Merapi dan Merbabu di wilayah Boyolali mendatangi kantor Pemkab setempat untuk menyampaikan aspirasinya. Mereka menolak tegas pengesahan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Tembakau.

Ratusan petani tersebut menamakan dirinya Organisasi Petani Merapi Merbabu (OPMM). Mereka berasal dari berbagai desa yang masuk wilayah Kecamatan Selo, Cepogo, Musuk, dan Ampel. Mereka datang ke kantor Pemkab Boyolali Kamis (22/12/2011) dengan menumpang puluhan mobil bak terbuka.

Sejak pagi mereka terlebih dulu berkumpul di taman Kridanggo. Selanjutnya ratusan orang tersebut berjalan kaki bersama menuju kantor Pemkab Boyolali di Jalan Merbabu No 48, Boyolali, yang berjarak sekitar 500 meter. Sepanjang perjalanan mereka diiringi tarian topeng ireng, kesenian khas lereng kedua gunung tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di halaman kantor Pemkab itulah mereka menyampaikan aspirasi menolak Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Tembakau yang rencananya akan disahkan Presiden pada bulan Desember ini. RPP itu dinilai berpotensi mematikan mata pencaharian jutaan rakyat yang selama ini menggantungkan hidup bertani tembakau.

Beberapa perwakilan massa aksi akhirnya ditemui oleh Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Boyolali, Wisnu Hermadi, dan Kabag Perekonomian Setda Boyolali, Prihastoro. Dari pertemuan tersebut disepakati Pemkab Boyolali akan mendukung petani menolak pengesahan RPP Tembakau.

Alasan pemberian dukungan itu adalah tembakau merupakan salah satu produk andalan sektor pertanian di kawasan tersebut. Lahan pertanian tembakau di kawasan itu mencapai 4.500 hektar tersebar di 10 kecamatan. Boyolali memang dikenal sebagai penghasil jenis tembakau yang cukup ternama yaitu tembakau Vorstenlanden.

(mbr/anw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini