Ratusan petani tersebut menamakan dirinya Organisasi Petani Merapi Merbabu (OPMM). Mereka berasal dari berbagai desa yang masuk wilayah Kecamatan Selo, Cepogo, Musuk, dan Ampel. Mereka datang ke kantor Pemkab Boyolali Kamis (22/12/2011) dengan menumpang puluhan mobil bak terbuka.
Sejak pagi mereka terlebih dulu berkumpul di taman Kridanggo. Selanjutnya ratusan orang tersebut berjalan kaki bersama menuju kantor Pemkab Boyolali di Jalan Merbabu No 48, Boyolali, yang berjarak sekitar 500 meter. Sepanjang perjalanan mereka diiringi tarian topeng ireng, kesenian khas lereng kedua gunung tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa perwakilan massa aksi akhirnya ditemui oleh Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Boyolali, Wisnu Hermadi, dan Kabag Perekonomian Setda Boyolali, Prihastoro. Dari pertemuan tersebut disepakati Pemkab Boyolali akan mendukung petani menolak pengesahan RPP Tembakau.
Alasan pemberian dukungan itu adalah tembakau merupakan salah satu produk andalan sektor pertanian di kawasan tersebut. Lahan pertanian tembakau di kawasan itu mencapai 4.500 hektar tersebar di 10 kecamatan. Boyolali memang dikenal sebagai penghasil jenis tembakau yang cukup ternama yaitu tembakau Vorstenlanden.
(mbr/anw)










































