Kampanye digelar di Mal Ciputra, Kawasan Simpang Lima Semarang, Kamis (22/12/2011). Para aktivis yang tergabung dalam LBH Apik mencegat pengunjung di pintu masuk depan dan belakang.
"Selamat Hari Ibu. Mari lindungi keluarga dari KDRT," kata seorang aktivis perempuan sambil memberikan pin, poster kecil yang digulung, kartu pos, dan selebaran kepada seorang pengunjung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah dijelaskan, perempuan itu mengangguk, tersenyum, dan berlalu. Hal serupa juga terjadi pada pengunjung lainnya.
Koordinator aksi, Ninik Jumoenita, mengatakan berdasarkan catatan, jumlah pengaduan perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Semarang, menurun. Tahun 2010, LBH Apik Semarang menerima 101 pengaduan, 71 kasus di antaranya berupa KDRT.
Sementara pada tahun 2011, kata Ninik, pihaknya menerima 75 pengaduan, 37 di antaranya berupa KDRT. "Tapi yang jelas, kekerasan terhadap perempuan didominasi KDRT. Padahal seharusnya, rumah adalah tempat paling nyaman bagi mereka dan anggota keluarga," paparnya.
Dari pantauan, menjelang Natal dan Tahun Baru, kondisi mal relatif normal. Tak ada ledakan pengunjung. Hingga pukul 12.45 WIB, aksi simpatik tersebut masih berlangsung.
(try/lrn)










































