PBB Peringatkan Sudan
Kamis, 22 Jul 2004 05:19 WIB
Jakarta - Sekretaris Jendral PBB, Kofi Annan mengatakan pemerintah Sudan tidak melindungi penduduk di wilayah Darfur, dari teror Janjaweed. Untuk itu, bila pemerintah Sudan gagal mewujudkan janjinya untuk melucuti milisi pro pemerintah, Janjaweed, dunia tidak bisa berdiam diri. Dewan Keamanan PBB tengah mempertimbangkan rancangan resolusi untuk memberlakukan sanksi bila kekerasan terus berlanjut. Janjaweed, milisi etnik Arab, dituduh melancarkan teror dan melakukan pemerkosaan besar-besaran terhadap warga etnik Afrika. Kini lebih dari satu juta warga dipaksa meninggalkan rumahnya di Darfur. Setelah memberikan keterangan kepada anggota Dewan Keamanan PBB, Annan mengatakan warga Darfur memang memiliki alasan untuk takut terhadap kekerasan yang berlangsung. "Jelas sudah terjadi kejahatan berat dan sudah pula terjadi pelanggaran hak asasi manusia berat dan sistematis," kata Annan. Sebelumnya, Pemerintah Sudan sepakat untuk melucuti milisi Janjaweed dan kelompok-kelompok bersenjata lain dan mengambil langkah-langkah untuk melindungi penduduk yang dipaksa mengungsi. "Pelaksanaan janji-janji itu hingga kini tidak merata," kata Annan. Konflik di wilayah Darfur bermula tahun lalu setelah sebuah kelompok pemberontak mulai menyerang sasaran-sasaran milik pemerintah dengan alasan daerah tersebut dilalaikan oleh pemerintah pusat. Para pemberontak mengatakan pemerintah menindas warga Afrika kulit hitam dan mengutamakan etnik Arab.
(dni/)











































