Setelah 11 hari menduduki pintu gerbang utama Komplek Parlemen, sebanyak 28 petani Pulau Padang, Meranti, Provinsi Riau, yang melakukan aksi jahit mulut, Kamis (22/12) akan bergerak ke Istana Presiden.
Demikian disampaikan koordinator media dari Serikat Tani Nasional (STN) yang mengkoordinir para petani, Binbin.
"Rencananya siang ini akan melakukan aksi ke istana. Selain itu, STN juga mendesak untuk dibentuk panitia penyelesaian konflik agraria mulai dari tingkat pusat hingga desa dengan melibatkan partisipasi langsung para petani," ujar Binbin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemarin, Rabu (21/12), ; Ketua DPR RI Marzuki Ali masih bersedia menerima perwakilan para petani. Marzuki bersedia untuk membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi para petani dan meminta agar aksi jahit mulutnya dihentikan.
Terkait dengan persoalan sengketa lahan sendiri, STN menolak solusi yang ditawarkan oleh ketua DPR Marzuki Ali dengan pembentukan pansus dan panja, karena dianggap tidak menyelesaikan masalah.
STN mengusulkan pembentukan panitia nasional yang melibatkan tiga unsur lembaga negara, yaitu eksekutif, legislatif, yudikatif dan juga unsur masyarakat dalam hal ini organisasi-organisasi petani yang mayoritas mengalami persoalan dengan lahan dan sumber daya agraria mereka. Panitia ini, kata Binbin, dibentuk dari tingkat nasional, provinsi, kabupaten dan bila perlu sampai ke tingkat desa untuk menyelesaikan sengketa agraria.
(nwk/nwk)











































