"Kami sedang mendalami semua data. Indikasi awal sudah ada, kami akan sampaikan setelah buktinya terkumpul kuat," kata Ketua Tim TGPF Mesuji, Denny Indrayana saat dihubungi detikcom, Kamis (22/12/2011).
Denny menegaskan, pada akhirnya nanti hasil temuan tim akan disampaikan secara terbuka kepada publik secara transparan dan obyektif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berkomunikasi dengan dokter yang merawatnya dan memastikan Muslim harus dapat perawatan terbaik. Tim 8 Mesuji sengaja bertemu dengan korban dulu, untuk menegaskan prioritas menyelamatkan korban atas persoalan ini," jelas Denny.
Sedang pada pagi ini, sejak pukul 06.30 WIB, Tim 8 sudah bergerak ke Mesuji. Tim mengunjungi korban di RS Menggala, atas nama Robin. Tim juga akan mengunjungi para tahanan kasus Mesuji ini di Rutan Menggala.
"Selanjutnya, hari ini, Tim akan bertemu masyarakat di Mesuji. Semuanya dilakukan untuk melengkapi dan memverifikasi data awal yg sudah dimiliki Tim," jelas Denny.
Kasus Mesuji ini ramai di publik setelah korban kasus ini ditemani Mayjen (Purn) Saurip Kadi mengadu ke DPR. Dalam pengaduannya disebutkan setidaknya ada 30 orang korban tewas akibat insiden bentrok pada November lalu yang dipicu penguasaan lahan warga oleh perusahaan sawit. Belakangan, Mabes Polri mengklarifikasi bahwa korban tewas 9 orang. Itu pun karena terjadi bentrok di 3 wilayah berbeda dan waktu yang berbeda.
(ndr/vit)










































