"Opsi akan ditawarkan kepada MWA dan Rektor UI dari Kemdikbud," ujar Nuh kepada wartawan di Kemendikbud Jl Sudirman, Jakarta, Rabu (21/12/2011).
Opsi pertama adalah kelembagaan masih hidup, rumah (rektorat) masih ada. Rumahnya tetap dipertahankan, orang-orangnya juga tetap sama. Jadi MWA dan rektor tetap sama seperti sekarang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemdikbud sedang melakukan exercise mana yang paling pas untuk kondisi sekarang. Opsi ini sudah saya tawarkan, tapi belum bisa memilih," kata Nuh.
"Intinya kita harus menjaga transisi yang berkembang di dunia pendidikan atau perguruan tinggi ini. Kalau tidak bisa memilih, menentukan ya ditentukan," tandasnya.
Sebelumnya, MWA menerbitkan surat berisi pencabutan mandat Gumilar sebagai rektor menyusul surat Gumilar kepada MWA. Gumilar menyurati MWA dengan bersandar pada putusan MK, MA, dan PP No 66/2010 di mana dia bertanggung jawab kepada Mendiknas, mengingat UI kini menjadi PTN.
Bahkan MWA sudah menyiapkan nama-nama guna menggantikan Gumilar Rusliwa Somantri sebagai Rektor. Menanggapi itu, Gumilar tetap bersikeras memegang jabatan Rektor UI hingga tugasnya selesai.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh meminta agar MWA tidak tergesa-gesa membuat kepengurusan yang baru. "MWA ini akan habis masa baktinya pada Januari 2012. Jangan sampai menjelang akhir masa bakti menimbulkan masalah baru. Jadi kami mohon untuk mempertimbangkan kembali jangan mengangkat pengurus baru dulu," pinta Nuh.
(did/did)










































