Rekaman yang sudah dijadikan transkrip ini dibacakan salah satu penuntut umum dalam sidang lanjutan Dharnawati atau biasa disapa Nana di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (21/12/2011). Saksi yang dihadirkan pun kebetulan sekali adalah Dhani yang pernah mengaku sebagai staf khusus presiden.
Sebelumnya, jaksa bersikeras supaya rekaman itu diperdengarkan. Namun Ketua Majelis, Eka Budi Prijanta, menolak permintaan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nggak.. Nggak.. Nggak, papa terserah mama aja aku. Sekarang masalahnya gini.. Apa namanya ee.. Berapa sih dia setor besok," ujar Dhani diujung telepon.
"Satu miliar setengah rencana seperti itu," jawab Nana.
"Nggak bisa lebih dari itu.. Supaya dia kelihatan lima persen atau gimana gitu. Ngitung aja lima persen dari delapan persen dulu gitu. Kan dia sebetulnya kan kena beban juga ditagihin orang DPR.. Kan saya tahu sebetulnya dan kita sudah terlanjur berani dari awal," jelas Dhani.
"Nggak, makanya besok-besok mama terbuka nanti sama si Nyoman. Fair-fairan aja sama si Nyoman kan....." ujar Nana.
Percakapan kemudian membicarakan soal peneyerahan uang. Nama M Fauzi pun sempat disebut-sebut dalam percakapan ini.
"Pokoknya gini pa, nanti mama pokoknya gimana coba senin nanti mama ketemu Nyoman mama berkomitmen seperti itu. Nanti mama cari gimana peluang masuknya ke Nyoman," tutup Nana.
(mok/did)











































