13 calon TKI tersebut mayoritas berasal dari Jawa Barat. Mereka dijanjikan akan diberangkatkan ke Yordania Jumat besok. Sebagian dari mereka sudah menempati kamar kosan berukuran 6x5 meter di Jl Gardu, Gg Pucung 3, Condet, Kramatjati, Jakarta Timur sejak 1 bulan lalu bahkan ada yang sampai 3 bulan.
"Janjinya diberangkatkan besok, tapi visa belum keluar juga," kata salah seorang calon TKI asal Majalengka, Enok (38), di lokasi penggerebekan, Rabu (21/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Enok menuturkan, dirinya mengaku tidak pernah mendapatkan pelatihan untuk persiapan menjadi TKI sejak 3 bulan berdiam di tempat penampungan.
"Mungkin karema sebagian besar di kita pernah jadi TKI makanya enggak dilatih," ujarnya.
Lain cerita yang dipaparkan Koimah (28), calon TKI asal Sukabumi. Dirinya mengaku tertipu dengan janji sponsor yang akan mempekerjakannya di Kuwait.
Saat berada di Jakarta untuk mengurus keberangkatan, sponsor menjelaskan kepadanya jika visa ke negeri kaya minya tersebut tidak kunjung datang. Sebelumnya, dia dijanjikan akan diberangkatkan bersama 10 orang calon TKI dari Sukabumi.
"Tapi di jalan yang berangkat cuma dua orang, saya merasa tertipu," keluhnya.
Misnah (40), calon TKW yang mengaku pernah bekerja di Arab Saudi sebagai pembantu rumah tangga menuturkan, dirinya tidak tahu bila pemerintah telah melakukan penghentian sementara pengiriman TKI ke Yordania.
Keinginan kuat pergi menjadi pekerja di negeri orang karena dilandasi niat membantu suami yang menjadi petani di Sukabumi.
"Lapangan kerja di kampung susah, apalagi saya sudah tua dan tamatan SD, mana ada pabrik yang terima saya," keluh Misnah yang berharap di gaji 1.800 real atau setara Rp 1.600 ribu.
Di tempat sama, Kasubdit Pencegahan TKI Ilegal BNP2TKI Kombes Pol Yunarlim Munir mengatakan, pengungkapan agensi TKI ilegal di Condet ini merupakan hasil pengembangan dari pengungkapan bulan lalu di Kepulauan Riau.
Saat itu, BNP2TKI berhasil menggagalkan 230 calon TKI yang akan diberangkatkan ke Arab Saudi melalui Malaysia.
"Mereka dikirim lewat perairan di Batam ke Malaysia. Nanti di Malaysia dibuatkan visa untuk ke Arab Saudi," jelas Yunarlim.
Berdasarkan hasil pengembangan kasus tersebut, pihaknya mendapati satu agensi ilegal yang akan memberangkatkan TKI ke Yordania.
"Ini jelas ilegal, karena agensi tidak terdaftar di BNP2TKI dan para pekerja tidak memegang KTKLN (Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri)," tegas Yunarlim.
Agensi tersebut, jelas Yunarlim, diotaki oleh pasangan suami-istri. Sang suami sendiri berasal dari Yordania sementara sang istri mantan TKW yang pernah bekerja menjadi sekretaris di sebuah agensi tenaga kerja di Yordania.
"Saya tidak tahu situasi di sini kalau sudah tidak bisa mengeluarkan visa," bantah Raed (40), yang menjadi agensi.
Saat ini 13 tenaga kerja tersebut dibawa ke BP3TKI di Ciracas, Jakarta Timur untuk dimintai keterangan dan selanjutnya dikembalikan ke daerah asal. Sementara dua orang bos agensi diperiksa BNP2TKI.
(ahy/did)











































