"Ada kecemasan saat anak menyanyikan lagu orang dewasa. Lagu orang dewasa banyak yang bagus, tapi ketika dikonsumsi anak-anak jadi salah market dan salah pendengar. Padahal mereka berhak mendapatkan lagu mereka sendiri," kata Pungkas, salah satu penggagas marinyanyi.com.
Begitu mudahnya anak-anak sekarang berkata 'I love you' layaknya manusia dewasa pada pasangannya. Anak-anak tampak lebih cepat dewasa dari umurnya karena familiar dengan kata-kata cinta dalam lagu orang dewasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maka itu mari kita buat gerakan mari nyanyi lagu anak lagi," imbuh Pungkas.
Bersama Djito Kasilo, Pungkas menggarap marinyanyi.com, sebuah website yang terdapat berbagai lagu anak. Siapa pun dibolehkan mendownload dengan gratis. Bahkan di website itu ada halaman untuk mengasah kreativitas anak.
"Ada 58 lagu yg dibuat dengan berbagai isu. Ada maskot penyanyinya yakni Koko, Sisi dan Bubu yang bisa jadi idola baru anak-anak," papar Pungkas.
Lagu, sambungnya, merupakan entry point pembelajaran pada anak. Lagu adalah pengantar pesan yang menarik untuk anak. Dan karena anak merupakan fase di mana informasi banyak diserap mereka, maka perlu lagu berisi pesan-pesan moral.
"Memang tidak cuma lagu. Harus ada alat lain. Tapi lagu bisa memberi kontribusi," ucap Pungkas.
(vit/did)











































