Underpass dibangun persis di bawah patung Dewa Ruci, kawasan Simpang Siur, Kuta, Bali. Pembangunannya underpass ditandai dengan Pencanangan Pembangunan (ground breaking), Rabu (21/12/2011). Pencanangan pembangunan di utara Patung Dewa Ruci dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto.
"Kita berharap pembangunan 'underpass' dapat mengurai kemacetan lalu lintas di wilayah Kuta, khususnya di simpang patung Dewa Ruci," kata Djoko Kirmanto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Underpass akan memperlancar arus lalu lintas dari Denpasar menuju Nusa Dua dan Bandara Internasional Ngurah Rai atau dari kawasan Seminyak ke Nusaa Dua. Wisatawan pun akan merasa nyaman jika nanti melintas di kawasan yang kini menjadi pusat kemacetan.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional VIII Ir Susalit Alius mengatakan kawasan Simpang Siur Dewa Ruci merupakan titik pertemuan arus lalu lintas dan akses utama dari dan menuju kawasan wisata Nusa Dua, Kuta, Sanur dan Bandara Ngurah Rai. Kondisi kawasan itu sudah jenuh sehingga menimbulkan kemacetan.
Sebelum dibangun, pihaknya telah menggelar studi kelayakan "underpass" pada tahun 2007 kemudian dilanjutkan dengan perencanaan Detail Engineering Design (DED) yang telah beberapa kali mengalami perubahan, yaitu tahun 2008 dan 2010.
Underpass dibangun PT Adhi Karya Tbk dengan nilai kontrak sebesar Rp 136,19 miliar. Tinggi clearence top slab underpass yaitu lebih kurang 5,3 meter dengan panjang 38 meter. Lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan underpass adalah seluas 0,744 hektar.
Pembangunannya diperkirakan rampung selama 18 bulan hingga Mei 2013. Underpass diharapkan mendukung pelaksanaan KTT APEC di Nusa Dua dan AFTA tahun 2015.
(gds/anw)











































