Namun, saat dimintai tanggapan soal tudingan itu, Muhaimin tidak banyak berkomentar. Dia hanya menjawab, "Tak ada urusannya dengan saya."
Hal itu dikatakan Muhaimin usai menghadiri acara pelantikan duta besar di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (21/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muhaimin juga kembali menjawab "tidak ada urusan" ketika dimintai tanggapannya soal ketidaklolosan PKBN dalam verifikasi dan saat ditanya apakah hal itu mengungtungkan PKB. Namun, kali ini jawaban Muhaimin diakhiri dengan tawa kecil.
"Urusan masing-masing ha-ha-ha," kata Muhaimin sambil berjalan cepat dengan istrinya menuju mobil yang telah terparkir.
Sebelumnya beredar surat dari PKB kepada Menkum HAM tertanggal 25 Agustus 2011 yang berisi keberatan soal logo dan nama PKBN. Dalam surat yang diteken Ketua Umum, Muhaimin Iskandar, dan Sekjen, Imam Nahrowi, bahkan tertulis PKB meminta Menkum HAM agar membatalkan PKBN dalam proses verifikasi badan hukum karena nama dan logo yang mirip.
"Kami mengharapkan Menteri Hukum dan HAM RI menindaklanjuti keberatan ini dengan tidak mengesahkan PKB menjadi badan hukum, atau sekurang-kurangnya memerintahkan kepada pihak PKBN untuk mengubah nama, lambang dan tanda gambarnya sesuai dengan ketentuan," tulis Muhaimin dalam surat itu.
Ketua DPP PKB Marwan Ja'far mengakui pihaknya mengirim surat itu. Namun, Marwan mengatakan pihaknya hanya ingin menegakkan aturan dalam UU Parpol. Sementara itu, Menkum HAM Amir Syamsuddin, yang baru menjabat pada Oktober 2011 mengaku tidak tahu perihal surat itu. Dia juga mengakui menghormati protes yang dilakukan PKBN.
(lrn/lia)










































