Mantan Dirut PLN Divonis 5 Tahun Penjara & Denda Rp 500 Juta

Korupsi Proyek CIS-RISI

Mantan Dirut PLN Divonis 5 Tahun Penjara & Denda Rp 500 Juta

- detikNews
Rabu, 21 Des 2011 15:14 WIB
Mantan Dirut PLN Divonis 5 Tahun Penjara & Denda Rp 500 Juta
Jakarta - Mantan Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Eddie Widiono, dihukum 5 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor. Eddie terbukti melakukan tindak pidana korupsi pada proyek Customer Information System-Rencana Induk Sistem Informasi (CIS-RISI) di PLN Disjaya Tangerang.

"Menyatakan, terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melakukan perbuatan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," kata Ketua Majelis Hakim, Tjokorda Rae Suamba.

Tjokorda mengatakan itu saat membacakan putusannya di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Rabu (21/12/2011). Selama pembacaan putusan, Eddie yang memakai batik terlihat terus memperhatikan dengan seksama setiap pertimbangan majelis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain hukuman badan, Eddie juga diharuskan membayar uang denda sebesar Rp 500 juta. Jika tidak sanggup membayar uang itu hingga putusan ini berkekuatan hukum tetap, hukuman badan Eddie akan ditambah 6 bulan kurungan.

Dalam pertimbangannya, Eddie dinilai sudah terbukti melanggar pasal 3 UU Pemberantasan Korupsi. Seluruh unsur-unsur yang ada di dalam pasal itu, dinilai sudah terbukti.

"Unsur menguntungkan diri sendiri dan koorporasi telah terpenuhi," tegas hakim anggota, Anwar.

Majelis memberi waktu seminggu kepada Eddie dan penuntut umum untuk pikir-pikir apakah akan mengambil langkah banding atau tidak.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK menuntut mantan Direktur Utama (Dirut) PLN Eddie Widiono Suwondo dengan pidana penjara 7 tahun. JPU menilai terdakwa terbukti secara sah melakuan tindak pidana korupsi dengan memperkaya diri sendiri dan orang lain.

"Meminta kepada majelis hakim untuk menjatuhkan pidana penjara selama 7 tahun," kata Jaksa Muhibuddin, Rabu (7/12) lalu.

Eddie juga didenda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. JPU meminta terdakwa membayar uang pengganti sebesar Rp 2 miliar subsidair 2 tahun.

(mok/gun)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads