"Intinya kita tidak ingin ada seperti model-model di dunia politik, di tengah jalan harus diberhentikan, dan seterusnya. Kita jagalah suasana tradisi akademik itu. Oleh karena itu, dengan berbagai persoalan jangan sampai terjadi pecat dipecat, saling meniadakan, tapi justru yang kita ingin saling mengakui," kata Nuh.
Hal itu dikatakan Nuh usai menghadiri acara pelantikan duta besar di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (21/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nuh menjelaskan setiap rektor perguruan tinggi berada di bawah Kemendikbub. Namun, soal sikap Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri yang menyatakan putus hubungan keperdataan dengan MWA, Nuh hanya berkomentar singkat.
"Itu kita selesaikan dengan baik," singkat mantan Rektor ITS ini.
Soal tafsir MWA bahwa sikap Gumilar itu sama saja menghentikan diri sendiri, Nuh juga mempersilakan adanya tafsir tersebut.
"Saya kira silakan tafsir-tafsir seperti itu, tetapi kementerian pendidikan sebagai yang punya kewenangan dan otoritas ingin mendamaikan dan mencari solusi agar semuanya bisa berjalan dengan baik," kata Nuh.
(lrn/mad)











































