Mendikbud Tak Ingin Ada 'Kudeta' di UI

Mendikbud Tak Ingin Ada 'Kudeta' di UI

- detikNews
Rabu, 21 Des 2011 13:06 WIB
Mendikbud Tak Ingin Ada Kudeta di UI
Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh, menyatakan kisruh di Universitas Indonesia hendaknya diselesaikan dengan cara duduk bersama. Dia tidak ingin ada peristiwa jatuh menjatuhkan di kampus kuning itu, sebagaimana dunia politik.

"Intinya kita tidak ingin ada seperti model-model di dunia politik, di tengah jalan harus diberhentikan, dan seterusnya. Kita jagalah suasana tradisi akademik itu. Oleh karena itu, dengan berbagai persoalan jangan sampai terjadi pecat dipecat, saling meniadakan, tapi justru yang kita ingin saling mengakui," kata Nuh.

Hal itu dikatakan Nuh usai menghadiri acara pelantikan duta besar di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (21/12/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nuh menegaskan keberadaan Majelis Wali Amanah (MWA) dan Rektor UI harus tetap diakui. "Kalau ada persoalan ya harus kita selesaikan bareng," ujar Nuh.

Nuh menjelaskan setiap rektor perguruan tinggi berada di bawah Kemendikbub. Namun, soal sikap Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri yang menyatakan putus hubungan keperdataan dengan MWA, Nuh hanya berkomentar singkat.

"Itu kita selesaikan dengan baik," singkat mantan Rektor ITS ini.

Soal tafsir MWA bahwa sikap Gumilar itu sama saja menghentikan diri sendiri, Nuh juga mempersilakan adanya tafsir tersebut.

"Saya kira silakan tafsir-tafsir seperti itu, tetapi kementerian pendidikan sebagai yang punya kewenangan dan otoritas ingin mendamaikan dan mencari solusi agar semuanya bisa berjalan dengan baik," kata Nuh.

(lrn/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads