"Kalau dianggap pekerjaan semua pimpinan tidak produktif mari kita diskusikan apa yang tidak produktif. Begitu, clear kan, apa yang dikritik dari tugas-tugas pimpinan kita bicarakan. Jangan dikritik tapi tidak jelas. Kalau menembak saja nggak jelas ujung pangkalnya inikan pembodohan saja," keluh Marzuki.
Hal ini disampaikan Marzuki kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (21/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semuanya dipegang Sekjen. Kita nggak pernah melihat berapa besarannya, yang penting kita punya rencana kerja nah kita laksanakan. Sepanjang betul-betul bermanfaat ya sudah selesai, kita nggak melihat (penganggarannya), kita kan urus negara bukan memikirkan gimana duitnya, itu bukan urusan kita. Urusan negara bahwa ada uang untuk penyelenggaraan ya itu konsekuensi dari kegiatan yang kita laksanakan," tutur Marzuki.
Ia menambahkan kalau DPR dipaksa berhemat, menurut Marzuki, tentu itu akan menyulitkan dalam pelaksanaan tugas. Malah bisa-bisa DPR tidur nyenyak di Senayan.
"Kalau nggak mau keluar uang ya kita tidurlah. Tidur, nggak usah kemana-kemana, yakinlah tidak perlu APBN," lanjutnya.
(van/lia)











































