"Intinya sama, selama belum terpenuhi dan masih dalam posisi tidak nyaman kita tetap memilih tidak bertugas dulu," kata dr Daniel Effendi Sp. A, salah satu dokter dari Komite Fungsional yang Peduli dengan RSUD Budi Asih, saat dihubungi detikcom, Rabu (21/12).
Aksi para dokter spesialis ini, kata Daniel, akan dilakukan setiap Selasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daniel menilai, aksi mogok yang dilakukan puluhan dokter spesialis di polilklinik RSUD Budi Asih masih tergolong wajar. Alasannya, setiap aksi mereka terlebih dulu memberitahukan atau menempelkan pengumuman di rumah sakit untuk pasien agar mengetahui bahwa dokter yang akan dituju pasien tidak bertugas.
"Kecuali kita tidak memberitahukan atau dokter ada namun tidak melayani. Itu tidak boleh," terangnya.
Daniel megeluhkan selama ini pemerintah terus mengedepankan para pasien miskin, namun tidak ada upaya untuk memperbaiki para pelaku kesehatan.
"Yang diakomodasi pemerintah rakyat miskin, tapi bagaimana pelaku kesehatannya. Kita dukung kalau bisa semua pelayanan kesehatan gratis, asal dibarengi dengan pelaku kesehatannya," jelas Daniel.
Alasan memilih Selasa sebagai hari aksi para dokter spesialis, Daniel menjawab bahwa hari tersebut adalah yang memungkinkan untuk melakukan protes kepada pemerintah dan manajemen rumah sakit.
"Kalau Senin tidak mungkin, pasien pasti banyak dan menumpuk," tutur Daniel.
(ahy/gun)











































