Menkes: Aksi Mogok Dokter Jangan Telantarkan Pasien

Menkes: Aksi Mogok Dokter Jangan Telantarkan Pasien

- detikNews
Selasa, 20 Des 2011 19:08 WIB
Menkes: Aksi Mogok Dokter Jangan Telantarkan Pasien
Jakarta - Aksi mogok dokter spesialis di RSUD Budi Asih disayangkan Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih. Seharusnya, setiap penyaluran aspirasi jangan sampai merugikan pasien.

"Sebetulnya kalau ada tuntutan aspirasi dokter, jangan sampai menelantarkan pasien. Itu nomor satu," kata Endang di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Selasa (20/12/2011).

Endang menambahkan, di rumah sakit lain juga kerap ada aksi demo. Namun, pelayanan pasien tetap berjalan dan diutamakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara untuk urusan tuntutan para dokter spesialis, Endang menyerahkan itu pada pihak manajemen. "Manajemen rumah sakitnya itu sudah BLUD atau belum kita lihat," imbuhnya.

"Prinsipnya itu (tidak boleh menelantarkan pasien), sebagai dokter kita terikat sumpah jabatan seperti itu," tegasnya.

Sebelumnya, ratusan pasien Poliklinik RSUD Budi Asih terlantar akibat aksi dokter spesialis yang melakukan mogok kerja. Banyak pasien yang memilih pulang di tengah antrean saat mengetahui dokter yang akan memeriksa kesehetan mereka tidak bertugas.

Misalnya saja seorang pasien perempuan berusia 53 tahun yang enggan menyebutkan namanya. Dirinya datang paling awal untuk berobat ke Poli Jantung sekitar pukul 07.00 WIB.

"Sudah dapat nomor satu pas diumumkan dokternya tidak praktik saya harus daftar lagi dan dapat nomor 39," ujarnya saat ditemui di RS Budi Asih, Jakarta Timur, Selasa (20/12).

RSUD Budi Asih memiliki 13 unit poliklinik yang melayani beragam keluhan penyakit. Dokter yang berdinas di seluruh poliklinik tersebut sekitar 20an dokter spesialis.

Sementara itu sebelumnya, para dokter spesialis yang melakukan aksi mogok kerja ini membantah kalau melakukan penelantaran.

"Bukan menelantarkan, pasien rawat jalan itu tidak sama dengan IGD (Instalasi Gawat Darurat). Kalau tidak ada dokter bisa mencari tempat lain," kata dokter lainnya yang tergabung dalam aksi tersebut, dr Daniel Effendy Sp. A, yang turut memberikan keterangan pers menjawab pertanyaan wartawan mengenai nasib pasien yang terlantar.

(mad/her)


Berita Terkait