"Berdasarkan koordinasi KBRI Manila dengan KJRI Davao, per 20 Desember 2011, tidak ditemukan korban WNI yang tewas dari musibah tersebut, namun beberapa keluarga WNI dilaporkan mengalami kerusakan pada rumah-rumah mereka," demikian siaran pers KBRI Manila, Selasa (20/12/2011).
KBRI Manila juga menjelaskan, telah melakukan sejumlah langkah terkait amukan Washi di wilayah utara Mindanao, Filipina Selatan, pada 16 Desember 2011 dini hari. Taifun Washi, yang biasa disebut Sendong menyebabkan banjir bandang yang menyapu dan menghancurkan 260 barangay (setingkat desa) pada 30 municipalities, pada 8 kota di Mindanao utara dan sekitarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KBRI Manila juga telah menggalang dana swadaya berupa uang tunai dan bahan-bahan makanan yang akan segera disampaikan kepada korban Sendong melalui institusi seperti Philippine Red Cross dan atau Department of Foreign Affairs, senilai sekitar Rp 100 juta. Sebagaimana diketahui, Pemerintah RI juga telah memberikan bantuan senilai US$ 400.000 ketika badai Pedring melanda Filipina beberapa bulan yang lalu.
Berdasarkan informasi dari National Disaster Risk Reduction and Management Council (NDRRMC) Filipina per 20 Desember 2011 pukul 06.00 AM, dilaporkan data sementara bahwa jumlah korban meninggal sebanyak 957 orang, korban terluka sebanyak 1,582 orang, dan korban hilang sebanyak 49 orang.
Jumlah korban selamat yang berada di tempat-tempat evakuasi adalah: di dalam 62 pusat-pusat evakuasi sebanyak 9.743 keluarga (42,733 orang), dan yang berada di luar pusat-pusat evakuasi sebanyak 41.340 keluarga (241,877 orang).
(ndr/gah)










































