Wow! Anggaran Kunker DPR 2011 Rp 251 M, Pada 2012 Diperkirakan Naik

Wow! Anggaran Kunker DPR 2011 Rp 251 M, Pada 2012 Diperkirakan Naik

- detikNews
Selasa, 20 Des 2011 15:39 WIB
Jakarta - Anggaran kunjungan kerja DPR mencapai Rp 251 miliar per tahun. Untuk tahun 2012 kemungkinan anggaran ini meningkat drastis.

Angka tersebut diperoleh seknas FITRA dari Kepres Nomor 26 Tahun 2010 tentang anggaran belanja DPR. Untuk anggaran tahun 2012 belum dikeluarkan kepres pada akhir tahun ini.

"Anggaran kunjungan kerja DPR untuk tahun 2011 dianggarkan sebesar Rp 251 Miliar. Sedangkan kunjungan dibagi dalam 3 kategori, pertama kunjungan kerja sesuai dengan Tatib dengan frekuensi 6 kali dalam satu tahun. Kedua kunjungan kerja masa reses dengan frekuensi 4 kali dalam setahun, dan ketiga, kunjungan kerja perorangan dengan frekuensi 1 kali dalam setahun," ujar koordinator Investigasi dan Advokasi FITRA, Uchok Sky Khadafi, dalam siaran pers kepada detikcom, Selasa (20/12/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kunjungan kerja sesuai dengan tatib, dengan alokasi anggaran sebesar Rp 34 miliar. Setiap satu anggota DPR menerima anggaran sebesar Rp 62 juta untuk enam kali kunjungan.

"Kunjungan kerja masa reses, dengan alokasi anggaran sebesar Rp 177 miliar, dan setiap satu anggota dewan menerima anggaran sebesar Rp.317 juta, kunjungan masa reses empat kali per tahun," tutur Uchok.

Sementara kunjungan kerja perorangan, dengan alokasi anggaran sebesar Rp.38 miliar. Setiap anggota dewan akan menerima anggaran sebesar Rp.69 juta untuk satu kali kunjungan kerja perorang.

"Jadi setiap anggota dewan, akan menerima total anggaran sebesar Rp.449 juta per anggota per tahun," tuturnya.

Dari penjelasan di atas, seknas FITRA menyatakan sikap bahwa reses untuk menyerap aspirasi rakyat, anggota dewan tidak begitu signifikan untuk memperjuangankan kepentingan rakyat. Anggaran yang dikeluarkan dirasa terlalu besar.

"Masa reses baik berbentuk kunjungan kerja sesuai tatib, kunjungan kerja masa reses, dan kunjungan kerja perorangan, hanya melaksanakan tugas rutin saja, yang dampaknya hanya menghambur-hambur uang negara. Dan, anggota DPR dalam masa reses atau kunjungan kerja ini seperti tidak pernah serius, dan kunjungan kerja ini hanya paling-paling hanya untuk setor muka saja kepada pengurus partai di daerah, dan “pulang kampung” dengan mempergunakan anggaran negara," protesnya.

(van/gah)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads