Ketua DPR: Sopir Angkot Perlu Tes Psikologi

Ketua DPR: Sopir Angkot Perlu Tes Psikologi

- detikNews
Selasa, 20 Des 2011 14:46 WIB
Ketua DPR: Sopir Angkot Perlu Tes Psikologi
Jakarta - Ketua DPR Marzuki Alie mengaku prihatin atas terjadinya pemerkosaan di angkot seperti yang dialami Ros, warga Depok. Ia pun meminta syarat menjadi sopir angkot diperketat.

"Persyaratan untuk menjadi pengemudi angkutan umum diperketat melalui mekanisme pemeriksaan psikologi," tutur Marzuki.

Hal ini disampaikan Marzuki melalui pesan singkat kepada wartawan, Selasa (20/12/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu Marzuki berharap mobil angkutan umum juga dikontrol. Tak boleh ada angkot beroperasi tanpa lampu di malam hari.

"Disamping persyaratan kendaraan angkutan umum yang lebih terang atau lampu dalam wajib dinyalakan," tuturnya.

Ros, ibu dua anak yang berprofesi sebagai penjual sayur, diperkosa di dalam angkot M-26 rute Kampung Melayu-Bekasi yang melintas di Jalan Raden Saleh Kota Depok sekitar pukul 04.00 WIB ketika berangkat berbelanja sayuran di Pasar Kemiri Muka, Jalan Arif Rahman Hakin, Beji, Kota Depok.

Namun tidak jauh dari jalan Raden Saleh, seorang pelaku yang duduk di belakang angkot menodongkan golok pada Ros. Ros sempat teriak dan melawan. Akibatnya bahu kiri atas Ros terkena sabetan golok. Setelah itu Ros dibekap dan ditidurkan di tengah angkot.

Dalam keadaan angkot tetap berjalan, 1 orang pelaku memperkosa Ros. Sementara 1 orang teman pelaku memegangi Ros untuk melampiaskan nafsu bejatnya. Sedangkan sang sopir menyemangati pelaku untuk melakukan perkosaan, ternyata ada juga seorang perempuan yang ikut dalam kawanan ini. Si perempuan duduk di samping sopir. Diduga karena adanya sosok perempuan inilah yang membuat Ros berani naik angkot asing ini yang bukan bertrayek dalam Kota Depok.

(van/nik)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads