Duh! Rumah Bersalin Masih Jadi Favorit Penculik Anak Beraksi

Duh! Rumah Bersalin Masih Jadi Favorit Penculik Anak Beraksi

- detikNews
Selasa, 20 Des 2011 13:28 WIB
Jakarta - Sepanjang 2011 Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) menerima pengaduan 120 kasus anak hilang. 35 Anak di antaranya hilang di rumah bersalin. Hal ini menunjukkan rumah bersalin masih jadi tempat favorit penculik anak beraksi.

Jumlah penculikan ini meningkat jika dibandingkan 2010 yang hanya 111 kasus. Pada 2010, yang hilang di rumah bersalin sejumlah 26 anak. Selebihnya anak hilang di lingkungan rumah, sekolah dan tempat bermain.

"Umumnya pelaku mendekati korban dengan cara mengaku sebagai sebagai tenaga medis rumah bersalin, sehingga keluarga korban tidak menaruh curiga," kata Sekjen Komnas PA Samsul Ridwan di Kantor Komnas PA, Jl TB Simatupang, Jakarta, Selasa (20/12/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelaku bisanya paham benar seluk-beluk keperluan medis dalam proses persalinan. Menurut Samsul, sindikat penculikan bayi yang beroperasi di tempat bersalin patut diduga melibatkan dan memanfaatkan tenaga kesehatan seperti suster, bidan, dan co as.

"Bahkan melibatkan petugas kebersihan dan petugas medis magang sebagai eksekutor atau informan," lanjut Samsul.

Sasarannya adalah bayi yang berumur di bawah 5 hari. Tujuannya untuk memudahkan pengalihan identitas. Pengalaman empirik Komnas PA menunjukkan tujuan penculikan dan penjualan anak-anak di bawah usia 1 tahun adalah untuk adopsi ilegal. Kegiatan ini untuk memenuhi permintan dari dalam negeri maupun lintas negara.

"Dari kasus-kasus penculikan bayi, kepolisian menemukan fakta bahwa bayi-bayi tersebut dijual dengan kisaran harga Rp 5 samapi 10 juga sebagai ganti biaya persalinan dan perawatan," terang Samsul.

Sedangkan pelaku penculikan bayi dan anak di lingkungan rumah dan sekilah umumnya dilakukan oleh orang dekat, yang setidaknya mengenal korban atau keluarganya. Penculikan anak di bawah 12 tahun biasanya dilakukan untuk tujuan eksploitasi seksual dan ekonomi.

"Banyak dari mereka yang dipekerjakan di jalanan maupun di tempat-tempat prostitusi," ujar Samsul.
(vit/ndr)


Berita Terkait