KPU Kaji 2 Desain Surat Suara
Mega Tetap No Urut 2, SBY No 4
Rabu, 21 Jul 2004 16:30 WIB
Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) tengah mengkaji dua desain surat suara yang akan dipakai pada pemilihan presiden putaran kedua mendatang. Keputusan pilihan desain, baru akan diputuskan Senin pekan depan."Kami menghadapi pilihan sulit, antara desain yang mudah bagi masyarakat atau yang memenuhi kondisi teknis," ujar Wakil Ketua KPU, Ramlan Surbakti, usai rapat pleno surat suara di Kantor KPU, Jl. Imam Bonjol, Jakarta, Rabu (21/7/2004).Belajar dari pengalaman, pokja surat suara KPU menawarkan desain surat suara yang berlawanan dengan pilpres putaran pertama. Yakni pada cara lipat yang berkebalikan, dan sampul yang dicetak di kertas bagian belakang lembar yang memuat gambar dua pasangan calon."Desain ini pemilih harus membuka surat suara secara penuh, sehingga terhindar dari coblosan tembus seperti yang terjadi pada putaran pertama," papar Ramlan.Namun, desain yang memudahkan masyarakat tersebut, tidak memenuhi kondisi teknis yang ada. Pencetakan sampul di lembar bagian belakang, membutuhkan waktu kerja yang lebih lama.Padahal untuk pekerjaan mencetak dan pendistribusian hingga ke tingkat PPS hanya ada tersisa 20 hari saja. Ini dengan asumsi penetapan hasil pilpres I dapat diputuskan tepat 24 Juli, dan Mahkamah Konstitusi (MK) dapat menyelesaikan sengketa hasil pilpres kurang dari 14 hari kerja yang tersedia."Ya, solusinya harus menambah jumlah rekanan percetakan, namun sulitnya mencari yang punya spesifikasi mesin sesusai. Untuk mendapatkannya butuh waktu lagi termasuk pengiriman tambahan kertas ke percetakan baru itu nanti," jelas Ramlan.Berdasar kendala teknis di atas, pokja surat suara KPU menawarkan desain alternatif. Bentuknya sama dengan surat suara pilpres I, yang kita ketahui menjadi penyebab terjadinya coblosan tembus. Hanya saja, kelebihan desain ini adalah pencetakan hanya dilakukan di satu sisi kertas, sehingga waktu kerja juga relatif lebih cepat."Solusinya adalah dengan tetap mengesahkan surat yang tercoblos tembus dan kembali sosialisasikan cara mencoblos yang benar dengan terlebih dahulu membuka penuh surat suara," tambahnya.Lebih lanjut Ramlan menambahkan, bahwa KPU kini membuka usulan alternatif desain lainnya dari masyarakat. Pihaknya akan memilih desain yang selain sesuai dengan kondisi teknis, juga memenuhi pertimbangan psikologis masyarakat.Nomor UrutTerlepas dari masalah desain, Ramlan memastikan bahwa KPU tidak mengubah nomor urut pasangan calon yang akan dicetak di surat suara. Dua pasangan calon yang akan berlaga pada pilpres II, tetap akan memakai nomor urut mereka pada putaran I."Pertimbanganya, nomor urut pasangan sudah tertanam dalam memori pemilih, jadi kalau diubah malah membingungkan," jelasnya.Maka apabila nanti pasangan SBY-JK harus berhadapan dengan Megawati-Hasyim, mereka akan tetap menggunakan nomor urut 4 dan 2. Letaknya di surat suara berukuran 19cm x 26 cm itu nanti, akan bersanding sejajar dengan nomor urutnya. Jadi pasangan Megawati-Hasyim di kiri, diikuti SBY-JK di samping kanannya.
(nrl/)











































