"Sebagai seorang sahabat, saya sungguh merasa kehilangan. Persaudaraan di antara kami sudah berlangsung lama. Kami berdua juga sangat memahami persahabatan antara Republik Rakyat Demokratik Korea dengan Indonesia, khususnya ketika Bung Karno bersama dengan Presiden Kim Il Sung bersama-sama membangun jembatan persaudaraan antar kedua bangsa," ujar Mega dalam keterangan persnya, Senin (19/12/2011).
Mega menilai Kim Jong-il adalah sosok seorang pemimpin berkarakter yang teguh dalam keyakinan politiknya. Pemimpin legendaris Korea Utara ini juga kokoh dalam menjaga kedaulatan negaranya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Presiden RI ini juga berharap kepemimpinan Republik Rakyat Demokratik Korea yang baru nanti mampu meneruskan perjuangan Presiden Kim Il Sung dan Ketua Komite Pertahanan Republik Rakyat Demokratik Korea Kim Jong il.
"Semoga Republik Rakyat Demokratik Korea, dan khususnya keluarga yang ditinggalkan, diberikan ketabahan dan kekuatan. Saya percaya, kepergian Kim Jong Il tidak menyurutkan setiap upaya untuk mewujudkan perdamaian di Semenanjung Korea," tutup Mega.
Kim meninggal Sabtu, 17 Desember 2011. Namun baru Senin (19/12) media Korut menayangkan kematian pemimpin mereka. Kim meninggal karena serangan jantung di usianya yang ke-69.
(rdf/rdf)











































