Dalam foto yang diperoleh detikcom, Senin (19/12/2011) 4 selongsong peluru itu kini berada di tangan penyidik Polda Metro Jaya. Roni, sekuriti Kompleks Taman Mediterania memungut selongsong peluru itu setelah Sofyan melepaskan tembakan. Sofyan sebelumnya memaki-maki Roni, sekuriti Taman Mediterania. Roni dianggap menghalang-halangi teman Sofyan untuk bermain tenis meja.
Peluru itu ditemukan di sekitar gedung tempat bermain tenis meja. Roni sudah memberikan peluru itu ke Polda Metro Jaya pada September lalu. Selongsong peluru itu menjadi alat bukti, namun hingga kini kasusnya tidak juga diproses. Belum diketahui jenis peluru itu, demikian juga pistol yang digunakan.
Namun pihak Polda Metro Jaya memberi jaminan keadilan. Pihaknya sudah melakukan pemeriksaan atas saks-saksi. Polda menjamin semua warga negara memiliki kesamaan di mata hukum.
"Penyidik masih memeriksa saksi-saksi. Masih banyak saksi yang diperiksa dan petunjuk-petunjuk lain," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Baharuddin Djafar.
Sedang Sofyan yang disambangi rumahnya di Taman Mediterani tidak ada di tempat. Keterangan hanya datang dari Viktor penjaga rumah. Dia menyangkal kalau majikannya arogan.
"Bapak orang paling baik," jelas Viktor saat ditemui.
(ndr/vit)











































