"Jalur wisata yang menghubungkan antara kota Wonosobo dan dataran tinggi dieng pukul 12.00 WIB siang ini sudah dibuka dan bisa dilalui oleh kendaraan," kata Bupati Wonosobo, Kholiq Arief kepada wartawan saat mengunjungi tempat pengungsian Senin, (19/12/2011).
Sebelumnya, Jalur wisata Dieng sempat ditutup pasca banjir bandang beserta longsor yang menghancurkan puluhan rumah serta menimbun jalur utama tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jalur ini memang kita buka, tapi jika hujan turun lebih dari 1 jam jalur ini akan kita tutup. Tapi jika tidak sampai 1 jam jalan akan tetap dibuka," jelasnya.
Banjir bandang dan longsor yang terjadi di Dusun Sitieng terjadi akibat hujan deras yang turun sejak kemarin dan mengakibatkan longsor di Gunung Pakuwojo hingga masuk ke Sungai Ngesong. Karena besarnya banjir lumpur membuat Dusun Sidorejo RT 01 dan 02 RW VIII Desa Sitieng luluh lantak diterjang banjir lumpur mengakibatkan 13 rumah hanyut dan 7 rumah mengalami rusak berat.
11 Warga hanyut dan 3 di antaranya ditemukan tewas, sementara 8 warga lainnya masih dalam pencarian. Akibat peristiwa tersebut setidaknya ada 172 KK meliputi 554 jiwa yang ditampung di pengungsian Balai Desa Tieng.
(anw/anw)










































