Rp 7,68 Triliun untuk Bantuan Kemanusiaan 2012

Laporan dari Brussel

Rp 7,68 Triliun untuk Bantuan Kemanusiaan 2012

- detikNews
Senin, 19 Des 2011 14:42 WIB
Rp 7,68 Triliun untuk Bantuan Kemanusiaan 2012
Brussel - Uni Eropa (UE) mengalokasikan dana bantuan kemanusiaan Euro 640 juta atau Rp 7,68 triliun untuk 2012. Dana ini akan menjadi tulang punggung dari strategi operasional komisi bantuan kemanusiaan untuk 2012.

Dengan dana sebesar itu Komisi Eropa untuk Bantuan Kemanusiaan dan Penanggulangan Krisis akan mendanai intervensi kemanusiaan di 36 negara atau kawasan.

Berdasarkan penilaian kebutuhan populasi paling rentan di dunia, lima operasi kemanusiaan terbesar akan dilakukan di Sudan (Utara dan Selatan, 87 juta), Republik Demokratik Kongo ( 44 juta), Palestina (40 juta EUR), Sahel ( 45 juta), dan Tanduk Afrika ( 102 juta).

"Salah satu krisis terbesar yang sudah terbayang adalah darurat pangan di Sahel, di mana 300.000 anak-anak tewas akibat kekurangan gizi tiap tahun. Tanpa tindakan bersama tragedi ini akan semakin parah tahun depan," ujar Komisaris Eropa Kristalina Georgieva dalam keterangan pers (16/12/2011).

Menurut Georgieva, sekitar 15% dari anggaran tersebut didedikasikan untuk krisis terlupakan, yakni kawasan yang mendapatkan sedikit perhatian media dan seringkali Komisi merupakan satu-satunya donor besar.

Untuk tahun 2012 kategori krisis terlupakan itu termasuk para pengungsi Sahrawi di Aljazair, para pengungsi Bhutan di Nepal dan para korban konflik bersenjata internal di Republik Afrika Tengah.

"Pengungsi bergelombang, momok kelaparan menjulang di sebagian Afrika, frekuensi dan intensitas bencana meningkat, konflik-konflik baru dan berlarut-larut, semua ini berarti kita harus siap untuk tahun berikutnya yang sulit. Perencanaan adalah penting jika kita ingin menanggapi secara efisien dan akuntabel terhadap tantangan kemanusiaan yang kita hadapi," jelas Georgieva.

Lanjut Georgieva,sementara kita dapat mempersiapkan diri untuk berbagai tantangan, kita juga harus siap untuk hal-hal yang kita tidak bisa prediksi, dan tahun 2011 telah menguji kita dengan bencana alam tiba-tiba dan seringkali simultan seperti di Jepang, Asia Tenggara, Turki, Tanduk Afrika dan konflik di Timur Tengah, Afrika Utara dan Pantai Gading.

"Tahun 2012 kita harus mempersiapkan diri untuk tantangan serupa dan harus memiliki sumber daya untuk mengatasi hal-hal tak terduga," tegas Georgieva.

Itulah sebabnya, imbuh Georgieva, sumber daya cadangan disediakan untuk krisis-krisis dan bencana tak terduga, di samping EUR 640 juta yang telah dialokasikan Komisi untuk masalah- masalah kemanusiaan paling sulit di seluruh dunia.

Sebelumnya pada tahun 2011 seluruh sumber daya cadangan digunakan sehubungan dengan bencana besar di Jepang, Libya, Pantai Gading dan Tanduk Afrika. Keputusan keuangan darurat ini mengumpulkan jumlah total dana kemanusiaan Komisi menjadi lebih dari EUR 1,1 miliar (Rp 13,2 triliun).

"Sumber daya yang saat ini tersedia untuk bantuan kemanusiaan dan perlindungan sipil jauh terlampaui oleh kebutuhan. Saya sangat menyadari situasi ekonomi sulit yang sedang dihadapi banyak negara Eropa. Oleh karena itu kita akan melakukan lebih dari sebelumnya untuk memberikan pelayanan efisien dan value-for-money," imbuh Georgieva.

Bantuan kemanusiaan Eropa dalam krisis akut (dadakan, red) dan berkelanjutan akan diteruskan untuk mencapai penerima melalui organisasi mitra yakni badan-badan PBB, organisasi non- pemerintah, Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.

Komisi juga akan mengembangkan pekerjaan yang telah dilakukan untuk mempromosikan ketahanan masyarakat rentan dan menjembatani tugas bantuan dan pembangunan.

Komisi Eropa mengategorikan 139 negara berkembang dalam hal kerentanan mereka dan kemunculan krisis baru-baru. Pada 2011 dengan menggunakan metodologi Penilaian Kebutuhan Global (GNA), Komisi mengidentifikasi 52 negara mengalami setidaknya satu krisis kemanusiaan. Dari jumlah ini, 23 negara muncul sebagai "sangat rentan", 19 diantaranya ditemukan di Sub-Sahara Afrika.

Bantuan kemanusiaan UE didasarkan pada prinsip-prinsip kemanusiaan, kenetralan, ketidakberpihakan, dan kemandirian. Setiap keputusan bantuan kemanusiaan yang diambil harus sesuai dengan empat prinsip terpenting dari Konsensus Eropa tentang Bantuan Kemanusiaan.

Bantuan didistribusikan murni atas prinsip-prinsip tersebut dan berusaha untuk membantu mereka yang paling membutuhkan, terlepas dari kebangsaan mereka, agama, jender, asal-usul etnis atau afiliasi politik, tanpa kecuali.
(es/es)


Berita Terkait