"Dia bawa tas, terus tas digelar di meja, di situ isinya satu golok celurit dan pistol. Terus dia bilang, mau pilih yang mana kamu?" jelas pengawas keamanan, Saalih, menirukan MSY saat ditemui di Taman Resort Mediterania, Senin (19/12/2011).
Saat itu, Agustus 2011. MSY datang ke kantor sekuriti guna mencari Roni, yang juga petugas keamanan kompleks. Roni (sekuriti) dicari karena dianggap menghalang-halangani tamu MSY untuk bermain tenis meja.
"Kemudian Roni bertemu, dan langsung terjadi adu mulut. Ada bentakan-bentakan dan ancaman," jelas Saalih.
Tidak terdengar bunyi pistol di dalam ruangan itu. Memang MSY baru memuntahkan isi pelornya 4 kali ke udara, setelah sampai di Gedung Ping Pong, yang berjarak 100 meter dari pos keamanan.
"Itu disaksikan banyak orang, dan peluru itu diamankan Roni untuk diserahkan sebagi bukti laporan ke Polda Metro Jaya," jelasnya.
Sementara itu MSY yang hendak dikonfirmasi soal peristiwa ini tidak ada di tempat. Hanya ada penjaga pria di rumah itu bernama Viktor. MSY masih bekerja di luar rumah, baru kembali malam hari.
(ndr/vit)











































