UGM Anugerahi Sultan HB X Doktor HC Bidang Kemanusiaan

UGM Anugerahi Sultan HB X Doktor HC Bidang Kemanusiaan

- detikNews
Senin, 19 Des 2011 14:20 WIB
UGM Anugerahi Sultan HB X Doktor HC Bidang Kemanusiaan
Yogyakarta - Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan gelar doktor honoris causa (HC) kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X. UGM menilai Sultan layak menerima gelar doktor HC bidang kemanusiaan atas kiprahnya yang dilakukan selama ini terutama saat menangani berbagai peristiwa.

Pemberian anugerah dilakukan hari ini di gedung Graha Sabha Pramana (GSP), di kampus Bulaksumur Yogyakarta, Senin (19/12/2011). Acara pemberian gelar bertepatan dengan Dies Natalis UGM yang ke-62.

Dalam pidatonya Sultan menyampaikan pidato berjudul "Menggugah Hati, Mengetuk Nurani, Membangun Peradaban Berbasis Nilai-Nilai Kemanusiaan".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bertindak sebagai promotor adalah Rektor UGM Prof Ir Sudjarwadi, MEng, PhD didampingi Prof Dr Djoko Suryo dan Prof Dr dr Sutaryo, SpA.

Rektor UGM Prof Sudjarwadi dalam sambutannya mengatakan Sultan Hamengku Buwono X dinilai layak menerima gelar doktor HC bidang kemanusiaan karena Sultan mampu membangun dialog yang baik dengan banyak pihak.

"Sultan banyak memberikan inspirasi kepada kita dan ada benang merah yang kita temukan atas kiprahnya selama ini yakni di bidang kemanusiaan serta pengabdiannya pada manusia dan bangsa," kata Sudjarwadi.

Menurut Sudjarwadi banyak pemikiran inovatif dari Sultan dan sumbangan ilmu bagi peradaban yang telah diterapkan dalam tindakan nilai kemanusiaan.
Selain itu, Sultan juga mempunyai wawasan kebudayaan yang bermanfaat bagi kemanusiaan, pembangunan berkelanjutan Indonesia yang ditunjukkan dalam ide operasional dan tindakan yang langsung berpengaruh di masyarakat.

"Sultan juga mampu merajut pembangunan di Yogyakarta sebagai tokoh multikultural yang aktif mendorong restorasi Indonesia dan pembangunan lingkungan berbasis budaya," katanya.

Di bidang lain terutama di bidang kemanusian kata Sudjarwadi penanganan gempa Bantul 2005 dan recovery erupsi Merapi merupakan langkah nyata peranan Sultan di bidang kemanusiaan.

Banyak negara di dunia yang belajar soal recovery gempa Bantul yang lebih cepat dibanding daerah lain. Hal ini bisa menjadi bagian monumen pengetahuan dunia dan monumen kemanusiaan.

Selain itu, kegiatan sehari-hari Sultan juga mencerminkan semangat selalu belajar sepanjang hayat," katanya.

Sultan dalam pidatonya menyampaikan di balik pembangunan peradaban itu, persoalan besar yang muncul di tengah krisis multidimensional itu diperkirakan disebabkan adanya krisis spiritualitas.

Menurut dia, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dominasi rasionalisme telah membawa manusia pada kehidupan modern, dengan keduniawian menjadi mentalitas zaman yang menyebabkan mengapa spiritualisme seakan "diharamkan".

"Justru nilai-nilai spiritual keagamaan yang terkandung dalm budaya etnik lokal khususnya budaya Jawa diharapkan bisa menjawab gejala menipisnya spiritualisme," kata Sultan.

Dalam acara penerimaan gelar doktor HC itu Sultan didampingi GKR Hemas serta disaksikan anggota Majelis Guru Besar (MGB) dan Majelis Wali Amanat (MWA) UGM. Penerimaan gelar doktor HC bagi Sultan ini merupakan yang kedua. Gelar doktor HC yang pertama diterima di bidang ilmu politik dari Hankuk University, Seoul Korea Selatan.

Seusai penyerahan ijazah kepada Sultan, rektor kemudian menyerahkan penghargaan Hamengku Buwono IX Award kepada budayawan Goenawan Moehamad.

(bgs/anw)


Berita Terkait