Cekcok, PNS Polresta Samarinda Dibakar Suaminya

Cekcok, PNS Polresta Samarinda Dibakar Suaminya

- detikNews
Senin, 19 Des 2011 13:46 WIB
Cekcok, PNS Polresta Samarinda Dibakar Suaminya
Samarinda - Naas dialami Sumarsih (45), PNS di Polresta Samarinda, Kalimantan Timur. Sekujur badannya mengalami luka bakar setelah dibakar suaminya, Sumantri (50). Kini Sumarsih belum sadarkan diri dan dirawat intensif di RS Islam Samarinda.

Keterangan yang dihimpun detikcom, sebelum dibakar sang suami, Sumarsih yang tinggal di Jl Pelita 3 RT 12, Kelurahan Sambutan, Kecamatan Sambutan, terlibat adu mulut, Senin (19/12/2011) dinihari tadi sekitar pukul 02.00 WITA, setelah Sumatri menyelinap masuk dengan cara mendobrak pintu belakang.

Belakangan diketahui, Sumantri membawa 2 liter bensin. Beberapa saat kemudian, terdengar suara rintihan meminta tolong dari bagian belakang rumah. Kejadian itu pun disaksikan Agil Muslim (13), anak kedua Sumarsih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kata adik saya Agil, dia (Sumantri) memukul ibu saya dengan balok dan menyiram bensin ke ibu, membakar ibu saya," kata Surahmi (19), kepada wartawan di ruang perawatan Arafah 1 RS Islam, Jl Gurami, Samarinda, Senin (19/12/2011) siang WITA.

Menurut Suratmi, kejadian itu berlangsung begitu cepat sehingga ikut membakar rumah beserta isinya. Tak pelak perstiwa itu membuat panik warga sekitar.

"Rumah terbakar, ibu juga ikut terbakar. Saya berteriak minta tolong ke tetangga. Sebelumnya memang ada masalah (ribut-ribut)," ujar Surahmi.

Pengamatan detikcom di ruang perawatan Arafah 1, kondisi Sumarsih cukup mengenaskan. Wajahnya nyaris tidak dapat dikenali disebabkan luka bakar. Selain wajahnya, tangan dan badannya ikut mengalami luka bakar cukup serius sehingga membuatnya belum sadarkan diri.

Demikian halnya dengan Sumantri, juga mengalami luka bakar serius. Hanya saja, Sumantri dirawat di rumah sakit berbeda yakni di RS Abdul Wahab Syachranie, Jl Palang Merah, Samarinda, tepatnya di ruang ICU.

Sementara pantauan di lokasi kejadian, rumah korban yang berada di kawasan perbukitan, menyisakan puing-puing. Warga sekitar lokasi juga tidak menyangka musibah itu menimpa Sumarsih.

"Memang ada terdengar ribut-ribut. Pak RT sudah berupaya menengahi. Biasalah pertengkaran rumah tangga," kata Syarifuddin (35) kepada detikcom di lokasi kejadian.

"Sebelum kejadian, memang Sumantri datang. Tidak lama kemudian, Bu Sumarsih berteriak minta tolong dalam kondisi terbakar. Dia (Sumantri) langsung lari ke hutan," terang Syarifuddin.

Ditemui terpisah, Kapolresta Samarinda AKBP Arief Prapto Santoso membenarkan kejadian itu menimpa Sumarsih, yang tercatat sebagai PNS di Polresta Samarinda. Menurut dia, beberapa setelah kejadian, petugas sempat melakukan pengejaran terhadap pelaku.

"Kita kejar karena dia sempat kabur melarikan diri. Dua-duanya memang terluka bakar setelah sebelumnya sempat ribut," kata Arief.

"Kasus ini masih dalam penyelidikan. Kita belum bisa meminta keterangan pelaku karena kondisinya belum memungkinkan untuk dimintai keterangan," kata Arief seraya menambahkan pihaknya akan menanggung seluruh biaya pengobatan Sumarsih.

(anw/anw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads