Delapan orang tersebut tergabung dalam Serikat Tani Nasional. Mereka adalah Tamsur (37), Sutoto (37), Purwati (47), Yahya (47), Junaidi (36), Misri (43), Busro (40), dan Muslim (50).
Mulut mereka dijahit di dua sisi kanan dan kiri. Dua benang tampak menjerat mulut mereka. Beberapa di antaranya tampak meringis kesakitan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di bagian atas tenda dipasang spanduk besar bergambar Presiden SBY dan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan bertulis "Aksi Jahit Mulut Mendesak Pemerintah Realisasikan Pasal 33 UUD 1945".
Di atas kepala mereka dipasang spanduk bertulis "Cabut Izin PT RAPP di Pulau Padang Kepulauan Meranti". Perusahaan pulp ini menguasai 41.000 ha lahan di Kepulauan Meranti.
"Dia menggarap tanah di Kepulauan Meranti mengambil lahan masyarakat. Lahan gambut. Kalau PR RAPP di sana bisa menenggelamkan pulau-pulau Padang di Kepulauan Meranti karena dia menguasai separuh pulau," tutur koordinator aksi, Binbin Firman Tresnadi, kepada wartawan di lokasi di halaman Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/12/2011).
Rencananya, aksi akan digelar dalam beberapa hari ke depan. 73 Orang akan menjahit mulut pada beberapa hari ke depan.
"Rencananya 73 orang, sekarang baru 8 karena belum ada tim medis, besok 10 orang akan bertambah dan seterusnya bertahap," tuturnya.
(van/lrn)











































