Namun usaha Pong kali ini gagal. Dia keburu diamankan oleh lima orang petugas keamanan DPR dan polisi.
Pong bahkan sempat ribut dengan aparat karena ia memaksa membentangkan spanduk di tengah tangga menuju puncak gedung Nusantara DPR, tempat acara pelantikan presiden biasa digelar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Isi spanduknya saya minta pemerintah menyelesaikan Lapindo, Century, Freeport. SBY omdo (cuma bisa omong-red), mundur apa turun," tutur Pong dengan nada tinggi.
Hal ini disampaikan Pong saat menggelar demonstrasi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/12/2011).
Mendengar Pong menghujat penguasa, polisi langsung meringkus Pong. Namun, ia berbalik melawan. "Anda-anda ini dibayar negara. Jangan menantang rakyat yang menyampaikan aspirasi," hardik Pong.
Pong kemudian menyampaikan keluhannya tentang kasus Mesuji. Ia protes pemerintah yang memberikan izin usaha kepada pengusaha Malaysia.
"Kan itu bukan untuk rakyat, untuk mereka yang main-main diatas penderitaan rakyat," lanjut Pong.
Pong kemudian diamankan ke ruang polisi di gedung DPR. Ia dimintai keterangan sebelum dilepaskan.
(van/lrn)











































