Palestina Dilanda Krisis, Pengritik Arafat Ditembak
Rabu, 21 Jul 2004 15:10 WIB
Jakarta - Krisis yang melanda Palestina terus berlangsung. Para penyerang menembak seorang pengritik lama Presiden Yasser Arafat saat ia berjalan menuju ke rumahnya. Arafat telah menjadi sentra krisis sejak pekan lalu, ketika ia mengganti posisi penting keamanan menyusul serangkaian aksi penculikan dan demonstrasi rusuh. Perdana Menteri (PM) Palestina Ahmed Qureia mengancam untuk mundur, namun Arafat menolak permohonan mundur itu.Sejumlah pejabat Palestina berspekulasi bahwa penembakan Nabil Amr itu sebagai peringatan bagi mereka yang mengritik Arafat. Namun tidak ada bukti kuat untuk mendukung dugaan itu. Amr hanya mengalami luka-luka dalam insiden penembakan itu. Demikian seperti dilansir AP, Rabu (21/7/2004).Amr adalah seorang bekas menteri Kabinet yang kerap mengeluhkan korupsi dan ketidakefisienan dalam pemerintahan Arafat. Ia menjabat sebagai menteri Kabinet sewaktu masa pemerintahan singkat Mahmoud Abbas, yang mengundurkan diri hanya empat bulan setelah menjabat sebagai PM.Amr ditembak pada bagian kakinya oleh beberapa penyerang tidak dikenal saat ia dalam perjalanan menuju kediamannya di kota Ramallah, Tepi Barat. Para dokter mengatakan bahwa luka-lukanya tidak serius.PM Ahmed Qureia tetap bertekad untuk berhenti kecuali Arafat memberikan kekuasaan lebih besar kepada Kabinet. Presiden Arafat menolak untuk menerima pengunduran dirinya. Pada pertemuan darurat di markas besar Arafat di Ramallah, Selasa (20/7/2004) kemarin, kedua tokoh itu masih belum mencapai kesepakatan mengenai siapa yang akan memegang kontrol tertinggi atas dinas keamanan dan apakah Qureia akan tetap pada posisinya. "Krisis masih berlangsung," tukas Saeb Erekat, menteri senior Kabinet Palestina kepada AP.
(ita/)











































