73% Pemilih Inginkan Perubahan

Andi Mallarangeng:

73% Pemilih Inginkan Perubahan

- detikNews
Rabu, 21 Jul 2004 15:05 WIB
Semarang - Melejitnya suara SBY pada pilpres putaran I tak hanya disebabkan 'kemolekan' pribadi atau berjalannya mesin politik calon Partai Demokrat itu. Tapi juga disebabkan jenuhnya masyarakat terhadap kekuasaan lama. Terbukti, pada putaran I sekitar 73% pemilih mendambakan perubahan.Pernyataan itu disampaikan pengamat politik Andi Mallarangeng kepada wartawan di sela-sela Seminar Sketsa Perekonomian Indonesia di Era Pemerintahan Baru di Hotel Patra Jasa Semarang Jl. Sisingamangaraja, Semarang, Rabu (21/7/2004)."Dari hasil pilpres putaran I, orang yang tidak memilih Mega-Hasyim jumlahnya 73 persen. Itu artinya, orang memang menginginkan perubahan atau pergantian pemimpin," tutur Andi.Karena itulah pendiri Partai PDK yang mengundurkan diri ini memrediksi Susilo Bambang Yudhoyono bakal memperoleh dukungan lebih banyak dibanding Megawati Soekarnoputri. Dari 73 persen pemilih itu, kemungkinan kecil yang memilih Mega. Karena mereka menilai pemerintahan Mega selama ini tak begitu bagus."Sebenarnya jika mereka menilai pemerintahan Mega baik, maka Mega pasti memperoleh suara banyak. Tapi suara Mega kan tidak dominan, menyebar ke Wiranto, Amien, SBY, maupun Hamzah? Itu pertanda mereka memang menghendaki pergantian pemimpin," katanya.Pria yang akhir-akhir ini juga jadi bintang iklan ini menjelaskan, pada pilpres putaran II pada 20 September mendatang jika betul yang lolos adalah SBY dan Mega, maka kemungkinan besar kubu SBY yang bakal menang. Itu sebagai konsekuensi pilihan rakyat yang mengingingkan perubahan.Mengenai penggalangan massa pemilih dengan mendekati sosok-sosok elit politik seperti Abdurrahman Wahid ataupun Akbar Tandjung yang dilakukan Megawati, menurut Andi, hal itu merupakan cara lama. Sangat konvensional."Gaya pendekatan itu tidak akan banyak berarti pada masa sekarang. Itu logika lama. Rakyat akan sinis dan cenderung memilih berdasarkan penilaian kriteria individual personality sang capres. Mereka bisa menilai bagaimana kiprah Mega selama berkuasa," kata pria berkumis ini.Pria berdarah Sulawesi Selatan ini justru menyarankan agar para capres yang akan bertarung di putaran kedua segera melakukan pendekatan ke grassroot. "Politik memang dagang sapi. Tapi, saat ini yang ada adalah sapi-sapi liar," kilah Andi Mallarangeng. (nrl/)



Berita Terkait