"Hasil monitoring kepada pengurus di grass root, dan survey internal PPP menunjukkan Mega dan Prabowo di grass root tetap yan paling kuat dukungannya setelah SBY. Namun persoalannya kemenangan dalam pilpres tidak selalu bergantung pada siapa yang terkuat," beber Sekjen PPP, M Romahurmuziy, saat dihubungi wartawan, Senin (19/12/2011).
Contoh nyata adalah pencapresan SBY pada tahun 2004. Meski hanya didukung parpol kecil bisa mengalahkan capres parpol sebesar Golkar. Jadi, ujarnya, parpol besar belum tentu memuluskan langkah Mega dan Prabowo dalam pilpres.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Persyaratan pencapresan juga sangat mempengaruhi mulusnya langkah capres. "Persoalan utama, apakah UU Pilpres masih akan tetap bersyarat sama, yaitu minimal 15 persen suara atau 20 persen kursi untuk mencalonkan, serta harus memenangi lebih dari 50 persen atau tidak," ujarnya.
"Kalau persyaratannya masih tetap demikian, atau malah naik, hasilnya bisa berbeda," lanjutnya.
Karena itu PPP belum mengambil pilihan soal capres. Partai Ka'bah ini memandang pilpres 2014 masih terlalu pagi.
"Pilpres 2014 masih terlalu pagi untuk ditakar berdasarkan elektabilitas hari ini. Calon baru masih mungkin muncul, kombinasi pasangan masih sangat mungkin di luar yang sekarang dibicarakan," tandasnya.
(van/lrn)











































