Penyakit Minamata, Newmont Tuding Penambang Liar
Rabu, 21 Jul 2004 13:55 WIB
Jakarta - PT Newmont Minahasa Raya (MNR) menyangkal proses penambangan yang dilakukannya telah menyebabkan penyakit minamata di sekitar area penambanganannya di Sulut.Newmont menuding penambang liar sebagai pihak yang menyebabkan pencemaran merkuri di perairan sekitar Teluk Buyat karena menggunakan merkuri organik dalam melakukan penambangan."Soal merkuri, dari hasil penelitian yang kita gunakan cukup aman, karena kita menggunakan merkuri anorganik yang telah diproses. Kemungkinan pencemaran merkuri dilakukan oleh penambang liar karena semua limbahnya juga mengalir ke Teluk Buyat. Jadi kalau pun ada sampling yang cukup besar, ada kemungkinan dari penambangan rakyat," kata Senior Manager Lingkungan Hidup NMR, Kadar Wiryanto, dalam jumpa pers di Restoran Pulau Dua, Jl.Gatot Subroto, Jaksel, Rabu (21/7/2004).Diakuinya, sebagian bijih yang diproses oleh MNR secara alami mengandung merkuri. Tapi pabrik pengolahan MNR telah dilengkapi dengan alat mercury scrubber yang khusus dirancang untuk mengambil merkuri tersebut secara efisien sebagai suatu produk ikutan.Merkuri kemudian disimpan dan diperlakukan sesuai standar dan peraturan bahan berbahaya yang ditetapkan pemerintah Indonesia. Dari hasil pemantauan, juga diyakini tailing tidak menimbulkan dampak terhadap kualitas air di Teluk Buyat."Tapi kita patut menyesalkan penambang liar di sekitar NMR yang tidak menerapkan langkah-langkah seperti kami untuk mencegah timbulnya dampak lingkungan dan mereka membuang merkuri dalam jumlah begitu besar begitu saja di sungai-sungai dan perairan di Minahasa," tambah Presdir NMR Richard Ness.Dan yang sangat disesalkan, lanjut Ness, merkuri yang dibuang penambang liar adalah merkuri organik yang sangat mudah diserap oleh organisme seperti tumbuhan dan ikan sehingga menimbulkan dampak di lingkungan tersebut.Dari hasil pemantauan NMR, kandungan atau kadar arsenik dalam air laut di Buyat, masih sesuai dengan standar peraturan yang ditetapkan untuk taman laut. Oleh karena itu, untuk kasus-kasus penyakit minamata yang menimpa sebagian besar penduduk di kawasan tersebut, kata Ness, bukan akibat proses pembuangan tailing yang dilakukan NMR."Itu tidak benar, kami juga tinggal di daerah tersebut. Anak-anak kami sekolah di situ. Dan kami juga makan ikan dan udang yang ditangkap dari perairan di sana. Kami tidak akan pernah menempatkan penduduk desa dalam praktek-praktek lingkungan yang tidak aman," papar Ness.
(nrl/)











































